PT Adaro Indonesia Ajak PWI Melihat Proses Batubara

22
PWI barsel dan bartim bersama jajaran PT Adaro
Anggota PWI Barsel dan Bartim foto bersama sejumlah manajemen PT Adaro Indonesia di Desa Kalinis, Selasa (21/3). TABENGAN/IST

BUNTOK/tabengan.com – Insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan Barito Timur (Bartim) menghadiri undangan khusus dari manajemen bagian kehumasan PT Adaro Indonesia dengan agenda melihat proses produksi batubara di perusahaan tersebut.

Pertemuan PT Adaro Indonesia dengan anggota PWI kedua kabupaten tersebut digelar Aula Hotel Aston Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin – Selasa (20-21/3). Pertemuan tersebut meupakan agenda tetap perusahaan yang diselenggarakan 2 atau 3 kali dalam setahun.

Manajemen Kehumasan PT Adaro Indonesia Kadarusman mengatakan, pertemuan tersebut sedikit berbeda dari sebelumnya yang pertemuan hanya sebatas silahturahmi untuk mempererat kerja sama bidang kehumasan termasuk masalah pemberitaan.

Kali ini rombongan PWI bersama pihak manajemen perusahan turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan proses produksi batubara sebelum siap untuk di ekspor. Mulai proses pengangkutan dari tambang sampai ke stock file akhir di Desa Kalanis hingga batubara siap di kirim.

Tidak hanya itu saja, anggota PWI Barsel-Bartim juga mengunjungi Kelurahan Mangkatip Kecamatan Dusun Hilir Barsel. Dimana kelurahan ini rutin menerima dana corporate social responsility (CSR) dari PT Adaro Indonesia setiap tahun.

Kadarusman menjelaskan, bentuk bantuan CSR dari perusahaan berupa barang dan uang tunai. Seperti tahun kemarin, Puskesmas Mangkatip diberikan bantuan barang yakni ambulance dan uang tunai untuk membelikan berbagai fasilitas kesehatan di Puskesmas setempat.

Sementara bantuan CSR untuk masyarakat umum adalah uang tunai mengingat tujuan dari program ini adalah usaha perusahan dalam menurunkan angka kemiskinan warga setempat dan peningkatan ekonomi, khususnya petani usaha rotan dan sayur-sayuran.

Sebelum dikucurkan dana CSR terlebih dahulu warga harus membuat kelompok usaha masing-masing. Untuk pembinaan kelompok usaha pihak perusahaan telah menyiapkan petugas penyuluh pertanian yang kompeten mengenai pertanian.c-lis

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here