Titik Rawan di Palangka Raya Mulai Terendam Banjir

PANTAU BANJIR- BPBD Kota Palangka Raya melakukan pemantauan potensi banjir di Jalan Anoi, Jumat (5/11). Tampak air mulai menggenangi jalan. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengambil langkah sigap guna memantau kenaikan debit air di kawasan rawan banjir. Mengingat Kota Cantik dan sekitarnya setiap hari selalu diguyur hujan, maka dikhawatirkan sungai-sungai besar akan meluap seperti bencana banjir pada September lalu.

Ketika Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Palangka Raya melakukan pemantauan kawasan rawan banjir di Jalan Anoi Kelurahan Palangka, Jumat (5/11) siang, beberapa titik jalan dan permukiman sudah terendam air dengan ketinggian mencapai 10 cm.

“Ada kenaikan debit air di Jalan Anoi, dari badan jalan terendah mulai tergenang sekitar 10 cm. Air ini berasal dari luapan Sungai Kahayan yang berada tidak jauh dari situ. Memang kawasan ini langganan mengalami banjir karena merupakan dataran rendah, dan kawasan hilir yang mendapat kiriman air dari wilayah hulu,” kata Kepala BPBD Palangka Raya Emi Abriyani kepada Tabengan, Jumat.

Sejauh ini, jelas Emi, BPBD segera melakukan sosialisasi dan edukasi tentang potensi bahaya banjir kepada masyarakat setempat. Hasil pemantauan pun segera disampaikan kepada pimpinan dan pihak terkait, untuk segera ditindaklanjuti.

“Semoga saja banjir ini tidak berkepanjangan seperti halnya musibah banjir beberapa waktu silam,” harapnya.

Di sisi lain, lanjut Emi, pemerintah setempat telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir. Penetapan status  itu juga telah tertuang di dalam Keputusan Wali Kota Palangka Raya Nomor 188.45/245/2021.

Penerapan status yang ditandatangani oleh Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin pada 13 September lalu, akan berlaku sampai 31 Desember 2021 dan dapat diperbaharui sesuai kondisi di lapangan.

Seiring penerapan status itu maka pemerintah Kota Cantik juga merencanakan operasi penanganan siaga darurat bencana dan mengajukan permintaan kebutuhan bantuan siaga darurat. Kemudian melaksanakan dan mengoordinasikan pengerahan sumber daya untuk penanganan siaga darurat bencana secara cepat, tepat, efektif dan efisien.

Mempersiapkan sarana dan prasarana dalam rangka menyiapkan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat terkait siaga darurat bencana banjir, melaksanakan pengumpulan informasi sebagai dasar perencanaan komando siaga darurat bencana.

Sebelumnya, BMKG Stamet Klas I Tjilik Riwut Kota Palangka Raya telah mengeluarkan prediksi cuaca di Kota Palangka Raya hingga 3 hari ke depan akan mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang pada suhu 25-31 derajat celcius dan kelembapan berkisar antara 75 sampai 100 persen. Peringatan dini pun telah dikeluarkan akan adanya potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.