Fordayak Kalteng Terima Bantuan dari Mabes Polri

  • Bagikan
TABENGAN/ISTIMEWA PEDULI – Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan, secara resmi menerima bantuan sembako sebanyak 250 bungkus sembako dari Polri pusat, bagi masyarakat Kalteng, Jumat (29/10) di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Perhatian pemerintah kepada masyarakat atas kondisi pandmi Covid-19 juga mendapat perhatian dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Bentuk dukungan yang dilakukan Mabes Polri adalah penyerahan bantuan kepada Forum Pemuda Dayak Kalimantan Tengah (Fordayak Kalteng), berupa sembako untuk disalurkan kepada masyarakat.

 

Ketua Fordayak Kalteng Bambang Irawan, mengatakan, benar ada bantuan yang diserahkan oleh Mabes Polri bagi masyarakat Kalteng melalui Fordayak Kalteng. Bantuan sembilan bahan pokok (sembako) ini akan disalurkan kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan. Ada sebanyak 250 paket yang diberikan Polri pusat untuk masyarakat Kalteng.

“Apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan Polri pusat. Ini tentunya akan semakin meringankan beban masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tidak saja menyalurkan semabko daro Polri ini, Fordayak Kalteng juga akan secara rutin melakukan edukasi dan sosialisasi terkait dengan protokol kesehatan,” kata Bambang Irawan, perihal bantuan sembako dari Polri, Jumat (29/10) di Palangka Raya.

Bambang mengingatkan, protokol kesehatan merupakan upaya yang paling sederhana dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Terlebih, pendapat dari ahli epidemiologi akan ada gelombang ketiga. Meskipun tidak seberbahaya yang sebelumnya, namun ini harus tetap menjadi perhatian serius bersama, jangan lalai.

Fordayak Kalteng menghimbau, menghadapi natal dan tahun baru untuk dapat lebih menjaga diri. Jangan ada yang mudik demi menekan penyebaran virus Covid-19 ini terus semakin rendah. Berdoa dan berusaha, pandemi cepat berakhir sehingga kita semua bisa kembali beraktivitas dengan normal, tanpa ada rasa takut.

Dikhawatirkan, lanjut Bambang, masyarakat yang lalai dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes), mobilisasi masyarakat yang tinggi akan membuat peyebaran Covid-19 di Kalteng akan kembali naik. Tentu, tingginya angka penyebaran Covid-19 akan kembali menyusahkan kita semua pada akhirnya.

Bambang mengungkapkan, jangan sampai pandemi gelombang ketiga bisa membuat kita harus bersusah payah lagi dalam menghadapi Covid-19. Tenaga, waktu, dan biaya akan kembali terkuras apabila gelombang ketiga sampai terjadi. Sebab itu, mari bersama tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.