WASPADA GELOMBANG 3 COVID-Kalteng Siap Hadapi Varian MU dan Lambda

  • Bagikan
Suyuti Syamsul
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Angka terkonfirmasi harian Covid-19 di Indonesia khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng) perlahan-lahan mengalami penurunan. Landainya angka Covid-19 ini seiring dengan efektifnya kebijakan pemerintah, dan tingkat kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul, mengatakan, sekarang ini angka Covid-19 di Kalteng terus mengalami penurunan. Namun, jangan juga terlalu euforia dengan makin menurunnya angka terpapar harian itu. Masyarakat diminta untuk tetap menjalankan prokes dengan disiplin, sehingga angka Covid-19 Kalteng benar-benar terus ditekan.

Waspada itu wajib, kata Suyuti, dengan hadirnya varian ketiga Covid-19. Varian yang bernama MU dan Lambda ini tetaplah berbahaya. Kendati demikian, menghadapi penularan varian ketia ini Kalteng sudah jauh lebih siap. Baik dari sisi pencegahan, maupun dari sisi penanganan. Segala kebutuhan dalam penanganan sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum varian ketiga terjadi.

“Kalteng sudah memiliki kesiapan yang cukup, apabila memang ada varian baru yang muncul. Varian MU dan Lambda merupakan varian dalam gelombang ketiga penyebaran virus Covid-19. Tidak itu saja, kabar baiknya varian MU dan Lambda tidak seganas varian Delta, sehingga diprediksi penanganan pasien Covid-19 tidak akan sesulit penanganan varian Delta,” kata Suyuti, saat dikonfirmasi terkait dengan waspada serangan gelombang ketiga Covid-19, Rabu (27/10) di Palangka Raya.

Suyuti menyampaikan, dari sisi rumah sakit (RS) kesiapan sekarang ini sudah lebih dari siap dalam menghadapi gelombang ketiga Covid-19 berupa varuan MU dan Lambda. Tinggal sekarang dari sisi pencegahan, yakni protokol kesehatan, maupun pembatasan mobilitas. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan dalam rangka menyiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mencegah penyebaran. Semakin tinggi penyebaran, maka pembatasan semakin ketat.

Intinya, ungkap Suyuti, ada 2 sisi yang terus dilakukan. Pertama sisi pencegahan berupa himbauan untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Persyaratan perjalanan wajib dipenuhi, sampai pada vaksinasi. Sementara dari sisi pengobatan, tempat tidur sudah disiapkan, sampai tenaga kesehatan juga disiapkan.ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.