Atlet Panahan Berprestasi Minta Perhatian Pemerintah

  • Bagikan
BERPRESTASI - Linda Lestari atlet panahan Kalteng di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2021 Papua berhasil menuntaskan perlombaan dengan menyumbangkan 2 medali perunggu untuk Kalteng.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Penampilan Linda Lestari, atlet panahan asal Provinsi Kalimantan Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2021 Papua patut diberikan diapresiasi. Dalam kondisi hamil 9 bulan, Linda berhasil menuntaskan perlombaan dengan menyumbangkan 2 medali perunggu di nomor Recurve putri perorangan dan Recurve mix tim bersama Alek Edwar.

Setelah PON XX selesai, Linda kini mulai mempertimbangkan untuk pensiun sebagai atlet panahan. Dirinya ingin memberikan kesempatan kepada atlet muda. Namun, ia siap kembali apabila tidak ada atlet panahan.

“Rencananya mau pensiun, pengen istirahat dulu, jenuh juga rasanya di lapangan terus, tapi kalau nanti atletnya tidak ada lagi, mau tidak mau harus turun lagi. Kalau pensiun nanti rencana mau buka klub saja,” kata Linda, Minggu (24/10).

Perempuan kelahiran Tumbang Runen, Katingan, 8 April 1994 ini bukan baru kali ini mengharumkan nama Kalteng di kancah nasional melalui olahraga panahan. Sejak dari 2007 mulai ikut olahraga panahan dan tampil di kejuaraan panahan digelar oleh Indosat di Jakarta sudah mulai berprestasi.

Setahun kemudian, tepatnya 2008 Linda terpilih mengikuti Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kalteng, program pembinaan atlet pelajar dari pemerintah pusat bekerja sama dengan daerah. Ikut PON pertama kali di Riau namun berhasil meraih medali. PON di Jawa Barat pada 2016 dapat medali perunggu mix tam bersama Sultan Maha Putra.

Keberhasilan itu membawa Linda ke Pelatnas SEA Games, hasil pada 2017 di Malaysia berhasil mendapatkan perak di nomor beregu. Asia Cup stage 1, 2018 perunggu beregu, SEA Games 2019 di Philipina medali perunggu di nomor beregu.

Kesuksesan Linda meraih prestasi dan mengharumkan nama Kalteng melalui olahraga panahan ini, ternyata berbanding terbalik dengan pekerjaan. Saat ini bekerja sebagai pegawai kontrak di salah satu dinas pemerintahan di Kabupaten Katingan sejak 2017 hingga sekarang.

Lulusan S1 Ilmu Pendidikan Fakultas PJKR, Universitas Palangka Raya ini mengharapkan perhatian yang lebih dari pemerintah, salah satunya sebagai Pegawai Negeri Sipil.yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *