Rupiah Semakin Kuat, Apa kata Pakar Ekonom Kalteng?

  • Bagikan
Dosen Fakultas Ekonomi UPR, Pakar Ekonomi dan Ketua Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Provinsi Kalteng Fitria Husnatarina

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Dampak penguatan rupiah dan diikuti naiknya harga CPO merupakan angin segar bagi peningkatan perekonomian Indonesia secara umum, dan Kalimantan Tengah secara khusus. Kondisi ini terjadi karena adanya akumulasi permintaan dunia terhadap sumber-sumber komoditas secara global.

Pengamat Ekonomi Kalteng dan sekaligus Dosen FE UPR Fitria Husnatarina kepada Tabengan, Jumat (22/10) menjelaskan, proses adaptasi seluruh aktivitas terhadap kondisi pandemi ini tentunya memunculkan permintaan yang siginifikan terhadap sumber energi dan pangan yang berkesinambungan.

Dan yang sangat penting diperhatikan, lanjutnya, adalah bagaimana menjawab permintaam pasar dunia dengan kuantitas dan kualitas yang optimal.

“Bukan tak mungkin bahwa negara penghasil komoditas lain turut menangkap pola permintaan pasar dunia dan menjadi pesaing yang kompetitif bagi Indonesia,” ingatnya.

Selanjutnya, Ketua Ikatan Akuntansi Indonesia Kalteng tersebut juga mengatakan optimalisasi dalam bentuk kualitas, sebaiknya harus diikuti dengan konsep pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan dengan strategi integrasi multi komoditas.

Intinya, sambung Fitria, secara global permintaan pasar terbuka lebar. Yang perlu diperhatikan, adalah bagaimana permintaan ini dioptimalisasi kepada strategi-strategi ekspor yang kompetitif untuk menciptakan produk CPO yang berkualitas.

“Nantinya bermuara kepada akses permintaan terhadap komoditas lainnya yang pasti akan saling terkait satu sama lain. Gambaran global ini mengakibatkan indikasi penguatan rupiah yang semakin stabil kedepannya,” tandasnya.dsn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *