LANGGAR PROKES – Satgas Tegur Penyelenggara Pesta Nikah

  • Bagikan
DENGARKAN- Camat Pahandut Berlianto bersama Tim Satgas Covid-19 dan PPKM Kecamatan Pahandut mendengarkan penjelasan pihak keluarga pada acara pernikahan yang melanggar prokes, Senin (11/10). TABENGAN/RONNY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Setelah Kota Palangka Raya ditetapkan PPKM Level 3, kesadaran masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) mulai kendor. Senin (11/10) siang, Tim Satgas Covid-19 Kota dan PPKM Kecamatan Pahandut menegur keras penyelenggara pesta pernikahan di Jalan Bengaris, Kelurahan Tanjung Pinang.

Camat Pahandut Berlianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya pesta pernikahan yang melanggar prokes. Benar saja, usai tiba di sana terlihat kerumunan masyarakat tanpa menjaga jarak dan menggunakan masker, sambil menikmati hiburan musik.

Tak hanya itu, menurut Berlianto, cara penyajian makanan pada kegiatan pesta pernikahan tersebut secara prasmanan yang tidak menggunakan makanan kotakan.

“Bersama dengan Tim Satgas dan PPKM, termasuk pihak TNI/Polri kita melakukan teguran kepada pihak penyelenggara pernikahan. Wedding Organizer (WO) kita ingatkan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan prokes pada acara yang dijalankan. Pengunjung yang berkerumun kita urai, mereka yang selesai menghadiri acara kita minta untuk pulang ke rumah. Tidak sampai dibubarkan,” ujarnya.

Berlianto kembali mengingatkan, setiap acara masyarakat yang sifatnya mengumpulkan massa harus menaati prokes. Asistensi sebelum acara digelar, juga harus diajukan kepada Tim Satgas dan PPKM terdekat agar dapat terpantau pelaksanaannya.

“Dalam asistensi, kami menekankan agar setiap acara masyarakat maksimal dihadiri 50 orang, menjaga jarak dan memakai masker, menyajikan makanan kotakan serta menggunakan hiburan yang mendapat persetujuan saat asistensi,” bebernya.

Kepada penanggung jawab WO acara pernikahan tersebut, lanjut Berlianto, akan dipanggil ke Kantor Kecamatan Pahandut guna memberikan penjelasan dan mengecek surat rekomendasi serta asistensinya, apakah ada atau tidak.

“Kita masih dalam PPKM Level 3. Tidak  ada pelonggaran dalam penerapan prokes sebab potensi terjadinya ledakan kasus Covid-19 masih ada. Sebab itu, kepada masyarakat kami ingatkan agar selalu patuh prokes dalam setiap aktivitasnya,” tegas Berlianto. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *