Mahasiswa UPR Juara Lomba Essai Nasional

  • Bagikan
PRESTASI- Dosen Program Studi Kimia Rendy Muhamad Iqbal SSi MSi dan mahasiswa FMIPA UPR Artha Karunia Gresiana Siregar dan Reliana Romaito Sitinjak, yang berhasil meraih juara harapan I Lomba Essai Chemistry Expo XXV.ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Tim Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil menjadi salah satu finalis di antara 10 finalis Lomba Essai Chemistry Expo XXV yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Kimia Universitas Lampung.

Dosen Program Studi Kimia sekaligus pembimbing Tim FMIPA UPR dalam Lomba Essai, Rendy Muhamad Iqbal SSi MSi mengatakan, tim yang beranggotakan 2 orang mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas MIPA angkatan 2019 ini terdiri dari Artha Karunia Gresiana Siregar dan Reliana Romaito Sitinjak.

“Lomba dilaksanakan secara daring dengan 2 tahap seleksi. Tahap pengiriman karya essai dan tahap final, di mana para finalis akan membuat video presentasi berdurasi 3-8 menit,” ujar Rendy kepada Tabengan via WhatsApp, Selasa (12/10).

Dijelaskan, lomba ini diikuti 34 tim yang berasal dari perguruan tinggi se-Indonesia dan UPR berhasil meraih juara harapan I.

“Hal ini menunjukkan bahwa UPR mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Pendidikan Ganesha dan perguruan tinggi lainnya,” terang Rendy.

Bahkan, sebelumnya Tim FMIPA UPR ini juga sering mengikuti lomba tingkat nasional baik Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-N) maupun Lomba Essai Nasional dan belum berhasil menduduki juara.

Kendati demikian, sambung Rendy, tim ini memiliki sikap pantang menyerah dan dukungan dari dosen pembimbing membuat tim ini selalu giat mengikuti lomba-lomba baik tingkat regional maupun nasional. “Berkat kegigihannya, mereka mampu meraih prestasi sebagai juara harapan I di Lomba Essai Nasional tersebut dengan mengusung judul Potensi Mixed Matrix Membrane Nanohematite/Selulosa Asetat dari Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Media Filter dalam Upaya Pencegahan Covid-19,” tandasnya.

Melalui prestasi tersebut, ia berharap seluruh mahasiswa UPR juga mau dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. “Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, namun kegagalan adalah proses untuk menuju keberhasilan dan akan ada waktu yang tepat untuk bersinar ketika kita mau berusaha,” pungkasnya. nvd

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *