SMP di Palangka Raya Simulasi PTM Terbatas

  • Bagikan
TABENGAN/YULIANUS STEFAN LUNDJU PERDANA - Disdik Kota Palangka Raya melaksanakan simulasi PTM Terbatas perdana, khusus tingkat SMP di kota setempat. Simulasi PTM Terbatas dilaksanakan di SMPN 9 dan SMPN 4 Palangka Raya, Senin (11/10).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya akhirnya melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas perdana, khusus tingkat SMP di kota setempat. Simulasi PTM Terbatas dilaksanakan di SMPN 9 dan SMPN 4 Palangka Raya, Senin (11/10).

Berdasarkan pantauan Tabengan di SMPN 9 Palangka Raya, tampak puluhan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar bersama guru di kelas masing-masing. Suasana sekolah masih terlihat lengang, hanya sebagian kecil siswa dan guru yang hadir di sekolah.

Kepala SMPN 9 Palangka Raya Ketut Widane mengatakan, pelaksanaan simulasi PTM Terbatas tersebut dilaksanakan untuk pertama kalinya di sekolah yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan simulasi sendiri menggunakan sistem sampel dari setiap jenjang kelas yang ada. Sedangkan untuk persyaratan utama dalam simulasi PTM terbatas ini ialah seluruh warga sekolah harus sudah divaksin Covid-19. Baik guru, siswa, hingga orang tua siswa.

Selain itu, dilakukan juga pendataan bagi peserta didik maupun orang tua/wali siswa yang terdata sudah divaksin.

“Untuk vaksinasi, orang tua siswa maupun siswa yang sudah tervaksin di atas 85 persen. Sedangkan tenaga pendidik kita sudah divaksin di atas 90 persen lebih,” ungkap Ketut.

Teknis pelaksanaan simulasi PTM Terbatas, jelas Ketut, pihak sekolah mengambil 2 sampel rombongan belajar tiap jenjangnya. Hari ini khusus siswa kelas VII yang ikut kegiatan simulasi. Setiap rombongan belajar terdiri dari 16 siswa.

“Dua rombongan belajar ini kemudian diurai menjadi 4 kelas, setiap kelasnya diisi oleh 16 orang siswa. Jadi totalnya ada 64 siswa yang masuk pada hari ini. Siswa yang mengikuti simulasi PTM Terbatas syaratnya wajib sudah vaksin, kalau belum divaksin peserta didik belajar daring,” bebernya.

“Setiap harinya akan kami lakukan evaluasi setiap selesai kegiatan belajar mengajar. Hasilnya akan menjadi laporan kepada Dinas Pendidikan sebagai materi apakah kami siap melaksanakan PTM terbatas nantinya,” kata Ketut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Akhmad Fauliansyah melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Muhammad Aswani mengatakan, pelaksanaan simulasi PTM Terbatas ini dilaksanakan hanya di SMPN 9 dan SMPN 4 Palangka Raya.

“Rata-rata SMP melaksanakan simulasi PTM Terbatas selama 3 hari sambil menunggu hasil evaluasi simulasi akan kami lakukan rapat  untuk menentukan tahapan selanjutnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengingatkan, kepada seluruh sekolah yang ingin melaksanakan simulasi maupun PTM Terbatas, agar segera memenuhi kewajiban dalam kelengkapan sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes). Termasuk juga melaksanakan kerja sama bersama pihak Puskesmas terdekat, guna meningkatkan pengawasan terhadap sebaran Covid-19.

“Sekolah juga wajib mengaktifkan serta menyediakan ruangan UKS bagi para siswa, agar apabila ditemukan adanya siswa yang sakit dan terindikasi terpapar Covid-19 maka akan mempercepat penanganannya,” tutup Emi. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *