PTM TERBATAS- Wagub: Siswa Terpapar, Sekolah Segera Karantina

  • Bagikan
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo bersama Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Ahmad Syaifudi meninjau secara langsung proses PTM Terbatas di beberapa sekolah, Senin (11/10/2021), di Palangka Raya. DEDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo secara langsung mencanangkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Ahmad Syaifudi, peresmian PTM Terbatas diikuti oleh seluruh SMA/SMK/SLB se-Kalteng. PTM Terbatas dilaksanakan mengacu pada kondisi angka Covid-19 Kalteng yang terus menurun, dan juga tingkat vaksinasi yang cukup tinggi di Kalteng.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, PTM Terbatas mulai dilaksanakan di seluruh sekolah yang ada di Kalteng, yang berada di bawah naungan pemerintah. Meski demikian, skemanya diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing, karena pemerintah setempat lebih mengetahui kondisi daerahnya.

Beberapa waktu lalu, kata Edy Pratowo, dilaksanakan uji coba PTM sebagai bentuk implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri). Hasilnya, di Palangka Raya khususnya pelaksanaan uji coba PTM berjalan dengan lancar. Sekarang pelaksanaan PTM secara resmi dicanangkan, dan berlangsung di seluruh sekolah di Kalteng.

“Tatap muka dilakukan dengan skema persentase. Sekarang ini PTM dilaksanakan dengan jumlah 50 persen saja siswa yang turun mengikuti pembelajaran. Setiap minggu akan terus dilakukan evaluasi, apabila memang angka Covid-19 Kalteng terus turun, maka persentase angka yang mengikuti PYM akan terus ditingkatkan,” kata Edy Pratowo, di sela-sela meninjau sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas, Senin (11/10) di Palangka Raya.

Edy Pratowo mengatakan, apabila ada siswa yang diketahui terpapar Covid-19 ketika mengikuti PTM terbatas, maka sekolah tersebut akan langsung di-lockdown atau dikarantina. Mekanisme kesehatan tentunya ada instansi yang berwenang untuk menindaklanjutinya. Bersama berdoa, dan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin demi menekan angka Covid-19 di Kalteng.

Edy Pratowo juga berpesan, apabila ada anak-anak yang saat mengikuti PTM terbatas mengalami demam, untuk segera melaporkan ke unit kesehatan sekolah (UKS). Apabila memang sakit, jangan disembunyikan, tapi segera laporkan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Ahmad Syaifudi menjelaskan, mekanisme PTM terbatas sekarang ini hanya 50 persen saja. Apabila jumlah siswa cukup banyak, dibagi dalam 2 shift. Sebaliknya bila memang jumlahnya sedikit cukup 1 shift saja. Bagi yang 2 shift, pembelajaran berlangsung selama 3 jam, dimana satu mata pelajaran hanya berlangsung selama maksimal 30 menit saja.

“Ada 401 jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB yang melaksanakan PTM terbatas serentak. Karena dikatakan terbatas, maka jumlah siswa dibatas dengan metode pembelajaran daring luring. Artinya ada yang hadir secara langsung, maupun mengikuti pembelajaran dengan zoom meeting atau sejenisnya,” kata Syaifudi.

PTM terbatas ini, kata Syaifudi, terus dilakukan pemantauan dan evaluasi. Apabila memang kondisi terus membaik, bukan tidak mungkin persentase PTM akan ditingkatkan. 60 persen yang luring, 40 persen yang daring. Ada syarat bagi siswa yang akan mengikuti PTM terbatas ini. Syarat paling utama tentu saja izin dari orang tua, dan kemudian sudah dilakukan vaksin, minimal vaksin pertama. ded

Penulis: DedyEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *