PN Palangka Raya dan STIH-TB Tanda Tangani PKS MBKM

  • Bagikan
Ketua PN Palangka Raya Paskatu Hardinata dan Ketua STIH-TB Dekie GG Kasenda menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Senin (11/10/2021). ANDRE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Ketua Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya Paskatu Hardinata dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai (STIH-TB) Dekie GG Kasenda menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Senin (11/10/2021).

“Program ini berguna bagi mahasiswa setelah lulus karena memberi pedoman bekerja sehingga siap pakai,” jelas Paskatu.

Selama 6 bulan atau satu semester para mahasiswa yang mengambil program MBKM akan melaksanakan magang pada PN Palangka Raya. “Kami akan tunjuk hakim sebagai pembimbing para mahasiswa. dari kampus juga akan ada dosen pembimbing,” kata Paskatu.

Dia mengaku, PN Palangka Raya sebelumnya sudah bekerja sama terkait program magang dengan beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Dekie GG Kasenda mengimbuhi bahwa sebelum program MBKM sudah ada program magang bersifat sektoral selama 3 bulan dari masing-masing perguruan tinggi untuk pelaksanaan. Berbeda dengan MBKM yang mengacu kepada program Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) yang menyempurnakan kurikulum yang berlaku.

“Bedanya adalah aktualisasi dan optimalisasi bagi mahasiswa magang agar nantinya siap bekerja,” terang Dekie.

Dengan mengikuti MBKM selama 6 bulan di pengadilan, mahasiswa akan lebih mengerti dunia peradilan seandainya kelak bekerja sebagai hakim, jaksa, atau pengacara.

Namun, Dekie menyebut program ini bersifat tidak wajib bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat memilih bentuk dan lokasi magang lain seperti pengabdian masyarakat dan penelitian pada beberapa instansi dan lembaga lainnya.

“Ini pilihan yang merdeka,” ucap Dekie. Program magang MBKM bernilai setara 20 SKS yang bernilai cukup tinggi untuk prestasi akademik mahasiswa.

“Akan sangat disayangkan bila program ini yang telah dibuat oleh pemerintah kalau tidak dimanfaatkan mahasiswa,” pungkas Dekie. dre

 

Penulis: AndreEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *