Aksara Presisi Membangun Polri, Buku Ke-23 Irjen Dedi Prasetyo

  • Bagikan
TANDA TANGAN- Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo menandatangani buku yang akan diberikan kepada Rektor UPR Andrie Elia. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Produktif menjadi kata yang pantas untuk menggambarkan sosok Irjen Pol Dedi Prasetyo. Di tengah kesibukan memimpin ribuan personel dalam mengamankan jalannya kamtibmas, Kapolda Kalteng turut mengeluarkan sejumlah gagasan dan idenya untuk kemajuan Polri dan masyarakat.

Hal ini tertuang dalam peluncuran buku terbarunya, Aksara Presisi Membangun Polri, yang digelar di Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis (7/10). Menjadi buku ke-23 yang telah diluncurkan, jenderal jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 ini bermaksud memotivasi juniornya untuk berani menulis dan menuang ide serta gagasan.

Peluncuran buku Aksara Presisi Membangun Polri diiringi dengan kajian langsung secara virtual oleh narasumber ternama tanah air. Seperti sejarawan kepolisian sekaligus dosen Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia dan Pascasarjana Universitas Airlangga, Ambar Wulan, kriminolog sekaligus guru besar Fisip Universitas Indonesia dan PTIK, Adrianus Eliasta Meliala, serta dosen dan peneliti tetap Program Vokasi dan Humas Universitas Indonesia, Devie Rahmawati.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, isi dari buku Aksara Presisi Membangun Polri merupakan implementasi dari kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yakni transformasi menuju Polri yang presisi (prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan). Dalam buku itu merangkum transformasi menuju presisi, seperti trasnformasi pelayanan publik, operasional dan pengawasan.

“Semua transformasi menuju Polri presisi tertuang di buku ini. Buku ini juga gabungan dari penulis muda di Polri, sehingga harapannya bisa dijadikan referensi dan literasi, baik untuk masyarakat dan anggota Polri sendiri,” katanya.

Melalui buku ini juga, lanjut Dedi, ia bermaksud menggugah dan memotivasi juniornya untuk bisa dan mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang ilmu kepolisian kepada masyarakat. Ilmu kepolisian boleh dipelajari oleh masyarakat.

“Setiap tahun minimal ada 3 buku yang dikeluarkan. Saya tidak sendiri, ada juga dari penulis muda Polri,” tegasnya.

Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia MSi mengaku bangga terhadap keberanian Polri dalam memberikan ide untuk membangun bangsa dan pelaksanaan tugas. Buku  ini tentunya sangat bagus untuk menjadi referensi dan semangat bagaimana Polri ke depan.

“Buku ini menjadi terjemahan nyata atas masing-masing konsep dari Presisi. Di mana kepolisian yang akan mengedepankan prediksi dalam menganalisa suatu isu permasalahan dan potensi gangguan kamtibmas ke depan. Sukses selalu untuk Polda Kalteng dan Polri,” tuturnya. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *