Mahasiswa IAIN Tolak Ketua KPK

  • Bagikan
UNJUK RASA- Mahasiswa IAIN Palangka Raya saat melakukan demo di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng di Jalan Mayjen DI Panjaitan.TABENGAN/YULIANUS STEFAN LUNDJU

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Aksi damai menolak kehadiran Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri datang ke Provinsi Kalimantan Tengah dilakukan ratusan mahasiswa di Kota Palangka Raya, Rabu (6/10). Penolakan dilakukan menyusul santernya kabar Firli Bahuri akan melakukan pengajaran di perguruan tinggi di Kalteng.

Bergerak serentak di lokasi yang telah ditentukan, ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya menggeruduk depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng di Jalan Mayjen DI Panjaitan.

Sejumlah orasi penolakan diteriakkan lantang oleh mahasiswa yang saat itu kompak menggunakan baju berwarna hitam. Mahasiswa kemudian melakukan prosesi tabur bunga di depan miniatur kuburan bertuliskan RIP KPK dan keranda tanda KPK telah mati.

Atas nama mahasiswa IAIN Palangka Raya, mahasiswa menyatakan sikap untuk Presiden RI bisa membatalkan pemberhentian 57 pegawai KPK yang dianggap tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan.

Presiden diminta segera menindaklanjuti dan melaksanakan rekomendasi Ombudsman dan Komnas HAM berupa tindakan korektif untuk mengangkat seluruh pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan tersebut.

Terakhir, mahasiswa menuntut Firli Bahuri untuk turun dari jabatan sebagai Ketua KPK dan menolaknya membuka kuliah umum implementasi anti-korupsi di perguruan tinggi di Kalteng.

“Memang sempat beredar wacana jika Ketua KPK akan mengajar di perguruan tinggi. Kami tegas menolak kedatangan Firli Bahuri karena pernah melanggar kode etik KPK,” ucap Gilang, juru bicara mahasiswa IAIN.
Gilang menambahkan, aksi yang dilakukan mahasiswa Palangka Raya ini bentuk solidaritas terhadap 57 pegawai KPK yang diberhentikan karena gagal lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Kami menduga pegawai KPK yang dianggap tidak lolos TWK dan diberhentikan adalah sebagai bentuk upaya penyingkiran terhadap mereka yang dikenal amat berintegritas, berdedikasi dan kompeten dalam pemberantasan korupsi,” tegasnya. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *