Hukrim  

Terdakwa Pemalsu Surat Tes PCR Covid-19 Diadili

Ilustrasi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Hamdi terpaksa menjadi terdakwa pemalsuan surat dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (6/10/2021).

“Terdakwa selaku pemilik Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 mengakui telah memalsukan Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Perkara bermula ketika Hamdi pada hari Rabu (7/7/2021) pagi, berangkat dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya karena ada pekerjaan survei persiapan pembangunan Dermaga Sungai Kapar di Kabupaten Kapuas.

Sehari sebelum berangkat ke Palangka Raya tersebut, Hamdi melakukan tes swab PCR Covid-19 di Surabaya dan mendapat file berbentuk PDF Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 yang diprint di rumah untuk digunakan sebagai persyaratan penerbangan.

Pada Rabu siang, Hamdi tiba di Palangka Raya lalu terdakwa menuju ke lokasi persiapan pembangunan Dermaga Sungai Kapar bersama dengan tim yang terdiri dari tim PPK dan Konsultan. Esok harinya setelah menyelesaikan pekerjaan, Hamdi kembali ke Kota Palangka Raya dan menginap di Hotel Fovere.

Pada Jumat (9/7/2021), Hamdi memesan tiket penerbangan Citilink untuk keberangkatan tanggal 11 Juli 2021. Pada Sabtu (10/7/2021), Hamdi melakukan tes swab PCR Covid-19 di salah satu apotek di Palangka Raya. Hingga Minggu (11/7/2021), hasil tes swab PCR Covid-19 tersebut belum diperoleh Hamdi dan jadwal penerbangan telah tiba.

Akibatnya, Hamdi berniat memalsukan Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 yang dia miliki sebelumnya. Hamdi menggunakan file Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 berbentuk PDF lalu mengedit tanggal dengan menggunakan aplikasi PDF Pro pada laptop.

Dia kemudian meminta resepsionis hotel mencetak tiket penerbangan maskapai Citilink dan Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 yang telah dipalsukan tersebut.  Hamdi kemudian check out dari hotel dan menuju ke Bandara Tjilik Riwut.

Namun, petugas Pos Penjagaan Validasi Kedua Bandara Tjilik Riwut menemukan ada kejanggalan pada surat hasil tes milik Hamdi. Mereka kemudian menyampaikan hal tersebut pada anggota Polresta Palangka Raya yang sedang bertugas di Pos Keamanan sekaligus Pos Penyekatan PPKM Darurat di Bandara Tjilik Riwut. Mereka menduga Hamdi selaku penumpang penerbangan pesawat maskapai Citilink diduga telah menggunakan Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 palsu.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Tjilik Riwut melakukan pengecekan terhadap Surat Keterangan Hasil Tes Swab Fastlab Realtime PCR Covid-19 dan hasilnya tidak terdaftar. Selain itu  pada cap yang bertuliskan ‘KKP Kelas I Surabaya / VALID’ tersebut merupakan hasil print yang capnya berwarna biru tua (bukan cap asli yang biasanya berwarna ungu).

Hamdi kemudian terpaksa mengakui  surat hasil tes tersebut. Petugas kemudian mengamankan Hamdi di Pos Keamanan sekaligus Pos Penyekatan PPKM Darurat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya untuk selanjutnya dibawa ke Polresta Palangka Raya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam persidangan, JPU menjerat Hamdi dengan ancaman pidana dalam Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan UU No 19/2016 tentang Perubahan Atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 263 ayat (1) KUHP, dan Pasal 268 ayat (1) KUHP. dre

 

Penulis: AndreEditor: Haris Lesmana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.