Palangka Raya Terapkan PPKM Level 3

  • Bagikan
Ketua Hariannya Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Usai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44/2021 tentang Pelaksanaan PPKM Level 3 di Kota Palangka Raya berakhir pada 4 Oktober lalu, pihak pemerintah pusat kembali memutuskan untuk memperpanjangnya. Terbaru, telah terbit Inmendagri Nomor 48/2021 tentang PPKM Level 3 di kota setempat yang berlaku mulai 5 Oktober sampai 18 Oktober 2021.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Fairid Naparin melalui Ketua Hariannya Emi Abriyani mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan kajian terkait terbitnya Inmendagri terbaru tersebut.

“Inmendagri sudah kami terima dan masih dalam proses pengkajian. Kemungkinan terbesarnya, seluruh kebijakan dan aturannya masih sama dengan sebelumnya karena masih berada dalam PPKM Level 3,” kata Emi, Selasa (5/10).

Ia menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, ia menambahkan, Tim Satgas Covid-19 di lingkup kota hingga kelurahan akan memperkuat 3 T yakni Testing, Tracing, dan Treatment untuk lebih memaksimalkan penanganan pandemi Covid-19.

“Berdasar Inmendagri tersebut, Pemko ditargetkan melakukan testing sebanyak 42 orang per hari. Kemudian tracing perlu dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi, dan treatment dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan,” beber Emi.

Sebagaimana diketahui, dalam Inmendagri tersebut pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 25 persen maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat, namun apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19, maka sektor yang bersangkutan ditutup selama 5 hari.

Industri dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, namun apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19, maka industri bersangkutan ditutup selama 5 hari.

Sedangkan pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer, yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *