Hukrim  

PN Palangka Raya Siap Jalankan Vonis Kebiri Pelaku Pencabulan

Heru Setiyadi selaku Humas Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Maraknya kekerasan atau kejahatan seksual yang terjadi membuat kekhawatiran masyarakat meningkat. Ada desakan masyarakat kepada aparat penegak hukum untuk segera melaksanakan hukuman kebiri terhadap para pelaku.

“Pengadilan dalam pertimbangannya dapat mengambil putusan hukuman kebiri. Tapi semoga tidak perlu dilakukan,” tanggap Heru Setiyadi selaku Humas Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Selasa (5/10).
Menurut Heru, putusan hukuman kebiri merupakan putusan tambahan dari putusan pokok terhadap terdakwa. Heru berpendapat hukuman kebiri lebih tepat diarahkan kepada satu pelaku yang melakukan perbuatan kejahatan seksual secara berulang kepada banyak korban sehingga dianggap diluar batas kemanusiaan dan berdampak luas pada masyarakat.

Dia menyebut pelaku juga harus dipilah antara orang dengan gangguan jiwa yang melakukan perbuatan tanpa kontrol atau orang yang secara sadar yang mencari kepuasan dengan melakukan kejahatan seksual.

Menurut Heru, PN Palangka Raya dapat memberikan putusan pidana, sedangkan saat perkara berkekuatan hukum tetap pelaksanaan nanti ada pada instansi terkait kesehatan atau medis. Teknis pelaksanaan atau bagian reproduksi yang diubah atau dihilangkan menjadi kewenangan instansi kesehatan atau medis.

“Dengan hukuman kebiri itu ada kemampuan reproduksi pelaku yang dihilangkan. Tujuannya meminimalisir  pelaku untuk mengulangi perbuatannya,” jelas Heru.

Pelaksanaan kebiri oleh instansi kesehatan itu nantinya berlangsung dengan pengawasan dari pihak kejaksaan selaku pelaksana eksekusi pidananya.
Meski PN Palangka Raya pernah menangani perkara pelaku kejahatan seksual yang pernah divonis penjara namun mengulangi perbuatan yang sama, namun jumlah korban hanya satu atau dua orang.

“Biasanya kalau seperti itu nanti sanksi pidana diperberat pada kasus berikutnya,” ujar Heru.

Secara pribadi Heru  berharap putusan hukuman kebiri tidak terjadi pada PN Palangka Raya.

“Karena, berarti di sini (Palangka Raya) telah banyak korban terdampak dan telah sangat meresahkan masyarakat,” pungkas Heru. dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.