POLDA KALTENG DAN ORMAS ADAT -Deklarasi Pencegahan Konflik Sosial

  • Bagikan
DEKLARASI BERSAMA - Polda Kalteng dan Ormas Adat Kalteng mendeklarasikan kebersamaan dalam mencegah terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat, Sabtu (2/10).ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Upaya pencegahan terjadinya konflik sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat Kalteng, adalah salah satu fokus utama yang ingin diwujudkan oleh seluruh pihak termasuk Polda Kalteng.

Setelah sebelumnya menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan penandatanganan MoU bertemakan ‘Strategi Membangun Kerja Sama Antar Organisasi Masyarakat Adat Untuk Mencegah Terjadinya Konflik Sosial di Kalimantan Tengah’, kini telah ditindaklanjuti dengan deklarasi bersama dengan Ormas Adat yang ada di Kalteng. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (2/10) di Aula Hotel Aurilla Palangka Raya.

Dirintelkam Polda Kalteng melalui Kasubdit Politik Ditintelkam AKBP Yoyo Roswandi SH dalam sambutannya mengatakan, dalam deklarasi bersama tersebut seluruh Ormas Adat Kalteng telah sepakat untuk setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, dalam sejumlah poin pada deklarasi tersebut juga disepakati untuk patuh serta taat pada hukum dan peraturan yang ada di Indonesia, dan aturan adat istiadat di Kalteng.

“Kami sangat mengapresiasi adanya deklarasi bersama ini, dimana tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya konflik sosial di Provinsi Kalteng. Sehingga dengan hal tersebut mampu menjadi upaya strategis bersama guna mencegah adanya distraksi di masyarakat yang saat ini sangat mudah terjadi,” ujar AKBP Yoyo Roswandi.

Kemudian fokus bersama dalam mengutamakan musyawarah dan mufakat serta berpegang teguh pada falsafah Huma Betang untuk mewujudkan rasa aman, damai dan tentram di Bumi Tambun Bungai disebutkannya merupakan komitmen bersama guna mewujudkan keamanan dan ketertiban di antara masyarakat.

“Pentingnya kerjasama antar lembaga saling bersinergi mencegah terjadinya konflik sosial sesuai tugas dengan profesional dalam rangka menjaga stablilitas kamtibmas. Sehingga dengan demikian mampu menciptakan kedamaian dan kesejahteraan melalui forum komunikasi dan silahturahmi bagi seluruh organisasi adat di Kalteng,” jelasnya.

Deklarasi tersebut dihadiri Ormas Adat seperti DAD Kalteng, Gerdayak Kalteng, Fordayak Kalteng, Peperdayak Kalteng, Kerukunan Bubuhan Banjar, Pakuwojo, Lembur kuring, Kerukunan Masyarakat Batak, Ikatan keluarga Sulsel, Ikatan keluarga Sriwijaya dan Yayasan Sayo Sakato. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *