Pemko Tutup RSP Hotel Batu Suli

  • Bagikan
Humas RSUD Kota Palangka Raya dr Hendra Panguntaun

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kasus Covid-19 di Kota Palangka Raya semakin melandai. Selama 21 hari atau 3 minggu terakhir ada penurunan kasus yang cukup signifikan. Berdasarkan rilis data Tim Satgas Covid-19 Kota, sejak 10-30 September kasus konfirmasi positif Covid-19 hanya ada penambahan 274 kasus, sedangkan kesembuhan 1.219 kasus.

Demikian pula pasien dalam perawatan, dalam periode waktu tersebut menurun jauh. Pada 10 September setidaknya ada 496 orang yang dalam perawatan, namun di penghujung September hanya ada 150 orang.

“Bahkan di RSUD Kota Palangka Raya, per 1 Oktober 2021 pukul 08.00 WIB, pasien Covid-19 yang dirawat hanya 1 orang. Dari 50 tempat tidur yang tersedia, menyisakan 49 tempat tidur yang kosong. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri (isoman) ada 13 pasien,” ujar Humas RSUD Kota Palangka Raya dr Hendra Panguntaun kepada Tabengan, Jumat (1/10).

Dijelaskan, pasien isoman tersebut adalah pasien yang sebelumnya dirawat, namun karena kondisinya membaik dan memiliki fasilitas isoman rumah, maka diizinkan melanjutkan isomannya di rumah,  di bawah pengawasan tim medis RS.

“Pasien ini hasil PCR-nya belum menunjukkan hasil negatif. Nanti akan rutin dijadwalkan swab PCR hingga hasil swabnya negatif,” lanjut Hendra.

Melihat kasus yang semakin melandai dan rendahnya tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR), Pemerintah Kota Palangka Raya memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasional di Rumah Sakit Perluasan (RSP) Covid-19 di Hotel Batu Suli. Fasilitas tersebut awalnya didirikan untuk menyikapi peningkatan kasus Covid-19 yang sangat signifikan beberapa waktu lalu.

“Benar jika RSP Batu Suli kita tutup saat ini. Karena kita ada penurunan kasus dan pasien dalam perawatan. Kita tak ingin jika kasus turun, persentase BOR turun, tapi tetap kita buka. Kita harus perhatikan dampak lainnya. Agar tak terjadi kesimpangsiuran ataupun persepsi negatif kenapa RSP masih buka, padahal pasien tidak ada, jadi kita tutup saja,” ujar Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

Meskipun begitu, Fairid tidak ingin penurunan kasus ini menjadi bumerang bagi masyarakat Kota Palangka Raya. Dia tak ingin seluruh pihak bereuforia berlebihan atas melandainya kasus Covid-19 seperti sekarang. Ia tetap menegaskan, disiplin protokol kesehatan (prokes) adalah esensi utama agar kasus Covid-19 bisa semakin ditekan serendah mungkin.

“Saya tegaskan kepada masyarakat untuk tidak mengendurkan sedikit pun prokes. Walaupun kasus menurun, target vaksin Covid-19 dosis 1 sudah melampaui target 70 persen, saya pastikan tetap pengetatan prokes melalui PPKM tetap berjalan dan ada penyesuaian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil analisis tim Dinkes Kota terhadap kasus yang semakin menurun dan melandai, maka untuk efisiensi dan efektivitas perawatan seluruh pasien Covid-19 dilakukan rawat gabung dari RSP Hotel Batu Suli ke RSUD Kota Palangka Raya, per 1 Oktober 2021.

“Untuk hal tersebut, tidak ada persiapan khusus sebenarnya di RSUD Kota karena kita selalu siap untuk penambahan pasien baik dari RSP Batu Suli maupun pasien baru. Jumlah tenaga kesehatan juga cukup memadai,” kata Andjar. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *