Tekan Kasus Stunting, Pemkab Mura dan PT IMK Latih Kader Posyandu

  • Bagikan
FOTO BERSAMA Ibu-ibu kader posyandu foto bersama dengan para pemateri pelatihan peningkatan kapasitas kader posyandu desa melalui program percepatan penurunan stunting, di aula Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Mura, Rabu (29/9).TABENGAN/JOKO SANTOSO

PURUK CAHU/TABENGAN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) kembali menggandeng perusahaan tambang PT Indo Muro Kencana (IMK) untuk bersama menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kader posyandu desa melalui program percepatan penurunan stunting, di aula Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Mura, Rabu (29/9).

Kegiatan tersebut dibuka Asisten II Setda, Fery Hardi mewakili Bupati Mura Perdie M. Yoseph.

“Kondisi stunting ini saat ini menjadi beban pemerintah daerah di tengah pandemi covid-19, tentu untuk menekannya pemerintah tidak mungkin dapat bekerja sendiri, sehingga perlu dukungan dari seluruh pihak guna bersama-sama melakukan pencegahan,” ungkap Fery.

Dia menyebutkan, pelatihan yang mengikut sertakan seluruh kader Posyandu di 12 desa binaan PT IMK tentu sangat membantu dalam melakukan pencegahan potensi meningkatnya angka stunting.

Asisten II Setda Mura juga  memaparkan dukungan lainnya yang sangat diharapkan untuk membantu langkah pencegahan stunting ini, adalah dari peran media massa yang diharapkan dapat menjadi corong informasi dan sosialisasi bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengetahui, memahami serta mampu mengedukasi masyarakat  terhindar dari potensi stunting.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan dr Suria Siri, salah satu pemateri dalam pelatihan itu menjelaskan, saat ini angka stunting naik signifikan. Karenanya, pihaknya menyadari bahwa selama dua tahun terakhir, semua sektor terganggu yang mengakibatkan angka tersebut meningkat.

“Kita telah melakukan beberapa upaya intervensi terhadap kondisi ini, dengan memberikan makan tambahan terutama susu bagi balita dan ibu hamil, dengan mengerahkan petugas kesehatan yang ada di desa desa,” jelasnya.

Suria Siri mengatakan, dalam pelatihan ini para kader akan dibekali  pengetahuan khusus tentang stunting, karena daerah sekitar tambang dalam sepengetahuannya berdasarkan data Dinkes terdapat  banyak penderita stunting. Karenanya, semua peserta perlu memperhatikan pelatihan tersebut. c-sjs

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *