Waspada Covid-19 Gelombang Ketiga

  • Bagikan
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Kementerian Kesehatan RI dan sejumlah ahli epidemiologi sudah mewaspadai puncak gelombang ketiga Covid-19 pada Desember 2021. Pemerintah pusat mengingatkan, saat ini virus Covid-19 masih menyebar di Indonesia, sehingga kemungkinan lonjakan kasus tetap ada.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan lonjakan kasus dan melakukan evaluasi rutin pada kebijakan yang telah dijalankan guna mengantisipasi lonjakan kasus akhir tahun ini.

Salah satu upaya yang dilakukan, kata Fairid, memperkuat pemberlakuan disiplin protokol kesehatan (prokes) sejalan dengan penerapan PPKM. Meskipun sejumlah kebijakan dalam PPKM terdapat relaksasi yang memungkinkan berjalannya roda perekonomian, namun hal tersebut tidak serta-merta membuat masyarakat lengah.

“Justru kita akan lebih ketat dalam mengawasi penerapan disiplin prokes. Pasca-pelonggaran kebijakan, jika kita lihat secara umum di Tanah Air, maka akan ada lonjakan kasus. Nah agar hal tersebut tidak terjadi, saya minta maayarakat agar jangan sedikit pun lengah dan bereuforia berlebihan sehingga lalai. Pemko telah mengeluarkan Perwali penerapan PPKM yang baru, guna menjawab kekhawatiran kita atas lonjakan kasus yang mungkin terjadi,” jelas Fairid, Rabu (29/9).

Diakuinya, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat selama kurang lebih 3 bulan ini cukup efektif dalam menekan kasus sebaran Covid-19. Kasus perlahan melandai, tidak ada lonjakan kasus yang signifikan. Angka kesembuhan pun semakin meningkat hingga menyentuh angka 94,92 persen.

Selain itu, lanjut Fairid, persentasi Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian ranjang perawatan pada rumah sakit jauh menurun, yang berarti tingkat keterawatan pasien pada fasilitas kesehatan khusus Covid-19 semakin sedikit. Dari 10 rumah sakit yang melayani kasus Covid-19 dengan jumlah ranjang yang tersedia sebanyak 710, hingga Selasa (28/9), ranjang yang kosong mencapai 620.

“Dan untuk vaksinasi, Kota Palangka Raya memiliki target 70 persen warga yang tervaksin. Saat ini dosis 1 sudah mencapai 72,63 persen dan dosis 2 mencapai 45,53 persen. Saya optimis kita bisa mencapai herd immunity guna memperkuat upaya kita menangani Covid-19,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan rilis dari Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya per 28 September 2021, zonasi kasus aktif Covid-19 tingkat RT dalam PPKM Mikro sudah cukup baik. Dari 5 kecamatan, 30 kelurahan dan 742 RT, secara umum telah didominasi wilayah RT zona hijau sebanyak 687 RT (92,59 persen) dan zona kuning sebanyak 55 RT (7,41 persen). Zona oranye dan merah sebesar 0 persen.

“Hasil pelaksanaan PPKM ini akan terus kami evaluasi, guna melihat di mana kekurangan kita dalam menangani pandemi serta meningkatkan apa yang sudah cukup baik. Jika hasil positif ini terus berlanjut, bukan tak mungkin ledakan kasus di akhir tahun bahkan pandemi ini bisa segera kita antisipasi,” tutup Fairid. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *