BANYAK ANGGARAN BERGESER – Dewan Kembali Tagih Data Anggaran Covid-19

  • Bagikan
Duwel Rawing
Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Duwel Rawing

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menagih data kepada Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menyampaikan realisasi dan alokasi anggaran Covid-19 secara transparan.

“Sampai saat ini kita belum melihat data terkait realisasi penggunaan anggaran Covid-19. Saya sendiri tidak tahu apakah data tersebut telah diserahkan ke unsur pimpinan DPRD Kalteng, tetapi yang jelas kita dari Komisi III yang membidangi kesehatan sama sekali belum melihat data tersebut,” kata Duwel Rawing, Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Selasa (28/9).

Padahal, lanjut Duwel, dalam ketentuan perundang-undangan, DPRD memiliki tugas dan fungsi pengawasan, baik realisasi program pemerintah maupun anggaran.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga menegaskan, kewenangan pemegang data berada di kepala daerah untuk disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Namun, menurutnya, DPRD Kalteng juga harus mengetahui realisasi dan alokasi anggaran Covid-19 sebagai bahan evaluasi, mengingat banyak anggaran lain yang bergeser untuk difokuskan pada penanganan pandemi.

“Memang kewenangannya berada di kepala daerah. Tetapi hemat kami, seharusnya setelah direalisasikan, tunjukanlah penggunaan anggaran tersebut karena selain sebagai bahan evaluasi ke depan, banyak anggaran dari program lain yang juga tergeser untuk difokuskan pada penanganan pandemi. Jadi kami berharap hasil dari Kemendagri bisa disampaikan ke kami,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Duwel, Pemprov Kalteng khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) wajib mengedepankan transparansi perihal penggunaan anggaran sesuai dengan Undang-Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik.

“Sekarang semuanya yang menyangkut anggaran harus transparan. Hal itu tertuang dalam UU Keterbukaan Informasi Publik, sehingga masyarakat bisa melihat dengan jelas penggunaan anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program tertentu. Misalnya alokasi anggaran penanganan pandemi Covid-19,” pungkas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini. nvd

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *