Posko Darurat Banjir Ditutup

  • Bagikan
TABENGAN/YULIANUS SURUT – Perumahan warga di Komplek Mendawai terlihat sudah tidak ada banjir yang merendam seperti beberapa hari sebelumnya, Palangka Raya, Senin (27/9)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Setelah sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya terdampak banjir selama kurang lebih 3 minggu, kini kondisi air perlahan surut. Wilayah perumahan masyarakat dan akses jalan yang terendam, mulai kering.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani

“Sudah bisa dikatakan jika banjir di Palangka Raya sudah surut. Beberapa kelurahan yang terdampak kini tak lagi tampak air yang merendam rumah warga,” ujar Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Senin (27/9).

Dijelaskannya, dari 17 kelurahan yang terdampak, rata-rata mengalami penurunan debit air antara 2 sampai 30 cm. Kondisi di lapangan per 27 September, yang mengalami penurunan debit air antara lain Kelurahan Palangka, kondisi air pada pagi hari turun sekitar 20 cm dan rumah masyarakat tidak ada yang terendam.

Lalu Kelurahan Bukit Tunggal dengan kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 30 cm, namun rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam. Di Kelurahan Petuk Ketimpun, kondisi air mengalami penurun sekitar 5 cm dan rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam.

Sedangkan di Kelurahan Tanjung Pinang, lanjut Emi, debit air saat ini ada penurunan sekitar 20 cm. Demikian pula Kelurahan Tumbang Rungan dan Pahandut Seberang yang debit airnya saat ini menurun.

Lalu di Kelurahan Danau Tundai kondisi air terdapat penurunan sekitar 40 cm. Kelurahan Bereng Bengkel kondisi air terdapat penurunan sekitar 10 cm, Kelurahan Kalampangan sudah ada penurunan air sekitar 12 cm. Sedangkan di Kelurahan Kameloh Baru debit air sudah ada penurunan sekitar 20-30 cm, serta Kelurahan Marang, debit air sudah ada penurunan sekitar 5 cm, aktivitas warga sudah kembali normal dan jalan penghubung Kelurahan Marang Baru dan Marang Lama sudah bisa dilewati.

“Di Kelurahan Banturung, Tumbang Tahai, Tangkiling, dan Sei Gohong debit air sudah turun juga. Wilayah yang kondisi airnya masih bertahan hanya di Kelurahan Pahandut dan Langkai. Saat ini bisa dikatakan air hanya tergenang,” jelas Emi.

Di sisi lain, lanjut Emi, sejumlah posko darurat banjir yang dibangun telah ditutup. Seperti posko darurat banjir Jalan Kalimantan, SDN 1 Langkai, Jalan Arut dan Kelurahan Marang telah ditutup. Warga yang mengungsi pun sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Posko yang masih bertahan hanya posko di BPBD, sebagai pusat kontrol kami terhadap kondisi air di Kota Palangka Raya. Semoga dalam beberapa hari ke depan debit air terus turun sehingga bencana banjir ini bisa segera berakhir tuntas,” tutupnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *