BUKAN HILANG- Hotmaria: Walau Sah Istri Polisi, Saya Belum Jadi Anggota Bhayangkari

  • Bagikan
Hotmaria Boro Tambunan

KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM– Pernyataan Lordo Hutapea, anggota Polres Kapuas yang menyebut istrinya Hotmaria Boro Tambunan hilang di tepi kebun karet pada Rabu (22/9), setelah berselisih paham terkait masalah keluarga, ternyata tidak benar.

Hotmaria saat ini berada di salah satu rumah pihak keluarga di Kota Palangka Raya guna menenangkan sekaligus mengamankan dirinya.

“Yang pasti saya bukan hilang. Dan, perlu saya tegaskan, walau secara agama sudah sah menjadi istri Lordo Hutapea anggota Polres Kapuas, namun saya masih belum sah menjadi anggota Bhayangkari, karena belum didaftarkan secara kedinasan sebagaimana seharusnya,” kata Hotmaria melalui video call, Minggu (22/9) malam.

Wanita lulusan Sarjana Farmasi asal Kepulauan Riau tersebut sebenarnya baru 2 bulan dipersunting Lordo Sahala Hutapea, anggota polisi aktif Polres Kapuas. Ia semula diduga hilang secara misterius di kawasan persawahan dekat hutan di belakang kompleks sosial Jalan Pemuda km 5,5 Kelurahan Selat Utara.

Meski bermunculan berbagai dugaan sampai dugaan hilang karena dibawa roh halus ke alam sebelah, sehingga dalam upaya pencarian dilakukan ritual-ritual adat, bahkan bagandah nyiru yang melibatkan orang pintar dan   banyak orang, namun pada dasarnya ia hanya mengamankan diri guna menghindari hal-hal yang tidak bisa diungkapkan.

“Untuk hal ini saya berterima kasih kepada seluruh pihak  yang telah peduli dan berupaya melakukan pencarian, bahkan membantu saya hingga saat ini bisa berada di kediaman orang yang dianggap dituakan di garis keturunan marga saya. Kondisi saya sampai saat ini sangat sehat,” katanya.

Terpisah,  Darwin Silalahi yang secara tatanan adat Batak juga sejajar dan  setara untuk diperkenankan bertindak sebagai orang tua Hotmaria, ketika disambangi di kediamannya di Perumahan Pulau Telo Kuala Kapuas,  Minggu (26/9), membenarkan kondisi Hotmaria baik-baik saja.

“Yang terpenting, Boru (putri) kami ini bukan hilang, dan saat ini ada bersama keluarga di Kota Palangka Raya dalam kondisi sehat. Akibat dari semua kejadian ini, untuk sementara dikesampingkan dulu sembari menunggu keputusan sebagai mana adat Batak, dan sejak saat ini Hotmaria juga menolak untuk ditemui, terkecuali dari pihak yang berhubungan dengan masalah ini,” kata Silalahi.

Mewakili keluarga besarnya, Silalahi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, baik yang telah turut serta melakukan pencarian beberapa hari lalu maupun pihak yang telah membantu Hotmaria hingga sampai di rumah, khususnya kepada Lurah Selat Utara Rahmat M Noor beserta rekan-rekan Relawan dan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Kapuas yang peduli dengan masalah ini sampai Boro kami tersebut sudah berada di tempat yang tepat.

“Boru kami Hotmaria saat ini ada di kediaman saya dan berkumpul bersama kami di Palangka Raya, dan melalui keluarga di Kapuas, hal ini telah dilaporkan ke Lurah Selat Utara Rahmat M Noor untuk disampaikan ke pihak Lordo S Hutapea bahwasanya Hotmaria ada di rumahnya,” kata Jhoni Tambunan, yang secara adat dan garis marga juga bisa bertindak sebagai orang tua Hotmaria.

Jhoni Tambunan juga menyampaikan terima kasih kepada Lurah Selat Utara Rahmat M Noor beserta rekan-rekan Relawan BPK Tirta Borneo, BPK Mandiri, BPK Al Ikhlas. Balakar 545, BPK Water Rescue, Emergency 543 Anjir , Rempas Sipaul Qalbi dan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Kapuas, serta warga RT 6 Kelurahan Selat Utara yang telah sudi membantu hingga permasalahan ini bisa diselesaikan. c-yul

 

Editor: Hil
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *