PT IMK Gandeng BLK Palangka Raya Gelar Pelatihan Otomotif

  • Bagikan
PELATIHAN KERJA - PT IMK dan UPT BLK Kota Palangka Raya menggelar pelagihan kerja kejuruan otomotif bagi masyarakat 12 desa lingkar tambang PT IMK yang digelar di Kota Palangka Raya, Senin (27/9). 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – PT Indo Muro Kencana (IMK) menggandeng UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya menggelar pelatihan kejuruan otomotif. Pelatihan yang digelar selama 10 hari di UPT BLK Kota sejak Senin (27/9) kemarin, diikuti oleh 14 orang peserta.

Perwakilan Community Development CSR PT IMK, Luthfia Ayunani mengatakan jika kegiatan pelatihan otomotif tersebut merupakan program pihaknya yang menyasar 12 desa lingkar tambang yang berada di sekitaran PT IMK. Anak-anak mudia usia produktif namun putus sekolah, dirangkul dalam bentuk pelatihan kerja.

“Harapannya dengan pelatihan ini, bisa membantu anak-anak muda di areal tambang bisa menambah skill yang mereka minati. Dan muaranya tentu saja bisa dipergunakan mereka untuk modal bekerja ataupun membuka usaha sendiri,” ujar Fifi.

Keempat belas peserta tersebut, lanjutnya, dijaring dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan 12 desa lingkar tambang PT IMK. Mereka mencari anak muda usia produktif dan putus sekolah, dan kemudian dicari minat dan bakat yang dimiliki. Dalam program Vocational Education and Training (VET) PT IMK kali ini, tambah Fifi, ternyata mayoritas jurusan yang disenangi ialah otomotif.

“Semoga kedepannya program dan pelatihan kerja lainnya bisa terlaksana, sebagai salah satu concern kami dalam menciptakan masyarakat yang kompeten dan mandiri, serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan juga,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Mesliani Tara melalui Kepala UPT BLK Berry Pasti menyambut baik kerja sama antara pihak Pemerintah Kota (Pemko) dengan pihak swasta, yang turut menyesuaikan dengan program kerja oleh swasta seperti pihak PT IMK kali ini.

“Mereka ingin melaksanakan pelatihan otomotif, dan kami sanggupi karena memang program dari Kementerian Tenaga Kerja memang menargetkan masyarakat usia produktif tapi belum memiliki pekerjaan untuk dibina,” kata Berry.

Ia berharap para peserta kali ini bisa mendapatkan ilmu dan meningkatkan skillnya sebagai modal untuk bekerja dan membuka usaha sendiri.

“Pemko siap menerima pihak manapun yang ingin bekerja sama menggelar pelatihan kerja, selama kejuruan yang mereka mau ada di sini. Kita ada 10 kejuruan yang siap,” pungkasnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *