Nenek Hilang saat Mancing di Sungai

  • Bagikan
TABENGAN/SUSENO IKAN DAN SANDAL- Nenek 60 tahun dinyatakan hilang saat memancing di DAS Katingan, Kamis (23/9) malam, yang ada hanya ikan, sandal dan senter korban.

KASONGAN/TABENGAN.COMWarga Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan dibuat geger karena salah seorang warganya yang lanjut usia, Nenek Maranie (60), dinyatakan hilang saat memancing ikan di sungai.

Yansen, Camat Tasik Payawan, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya  salah satu warga Desa Luwuk Kanan yang dilaporkan  hilang saat memancing di Sungai Katingan pada Kamis (23/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Kami mendapatkan laporan dari Kepala Desa Luwuk Kanan terkait adanya warga yang hilang. Kita bersama jajaran Polsek Tasik Payawan membantu warga melakukan pencarian terhadap korban,” kata Yansen  via telepon seluler, Jumat (24/9).

Informasinya, nenek tersebut memancing ikan di lanting atau jamban di Sungai Katingan Desa Luwuk Kanan. Namun, warga hanya menemukan alat pancing, ikan hasil pancingan di dalam ember, senter dan sandal. Sedangkan Nenek Maranie tak ada di tempat. Melihat hal tersebut, warga desa berupaya melakukan pencarian, namun hingga kini belum ditemukan.

Kapolsek Tasik Payawan Ipda Affan E Batubara SH mengatakan adanya informasi terkait orang tenggelam di DAS Katingan. Saat itu korban pergi memancing ke lanting yang ada di depan rumah korban. Sekitar pukul 21.30 WIB, suami korban, Bangau, mencari korban ke lanting namun tidak menemukannya.

“Melihat korban tidak ada di lanting, maka suami korban mencari ke rumah sanak keluarga yang berada di sekitar, namun tidak ada membuahkan hasil. Kemudian pada Jumat (24/9) sekitar pukul 02.00 WIB suami korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Luwuk Kanan,” ungkap Affan.

Menurut Affan, hingga kini keluarga korban beserta warga sekitar masih melakukan pencarian secara tradisional. Menurut keterangan keluarga korban maupun para aparat desa, korban tidak ada memiliki riwayat penyakit apa pun. Bahkan, masih aktif di masyarakat seperti ikut kegiatan Posyandu.

“Dari keterangan keluarganya bahwa korban senang atau hobi memancing, bahkan sempat ikut warga memancing di belakang kampung Desa Luwuk Kanan pada saat banjir. Kita juga telah mendatangi lokasi serta melakukan pencarian,” terang Affan. c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *