Covid-19 Melandai, Penerbangan di Kalteng Sedikit Membaik

  • Bagikan
Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya berangsur membaik seiring melandainya wabah Covid-19. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Melandainya Covid-19 di Indonesia khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng), memberikan angin segar bagi seluruh masyarakat Kalteng. Sejumlah wilayah ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level yang berbeda. Penurunan level PPKM dalam upaya terus menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kalteng.

Executive General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Siswanto menyampaikan, penurunan kasus positif Covid-19 di Kalteng memberikan angin segar bagi penerbangan di Kalteng. Perlahan-lahan jumlah penumpang yang ada di Bandara Tjilik Riwut mulai ramai dikunjungi, yang tentunya dengan sejumlah syarat yang wajib dipenuhi.

Syarat kesehatan, kata Siswanto, masih tetap berlaku dan syarat utama bagi penumpang pesawat terbang. PPKM memang turun level, namun pandemi masih belum berakhir sehingga syarat polymerase chain reaction (PCR) wajib dipenuhi. Apabila tidak memiliki hasil PCR maka bisa melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

“Sekarang ini, kondisi penerbangan di Kalteng sedikit membaik. Jumlah penerbangan mengalami kenaikan 30 persen dari kondisi normal. Setiap penumpang wajib melakukan PCR plus vaksinasi minimal vaksin 1, dan juga mengisi Ehac, dibarengi dengan mendownload aplikasi PeduliLindungi,” kata Siswanto, saat menyampaikan jumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Jumat (24/9), di Palangka Raya.

Siswanto menambahkan, penerbangan yang baru mengalami kenaikan sebesar 30 persen dari kondisi normal, membuat jalur atau rute penerbangan masih cukup terbatas. Sekarang ini, jalur penerbangan hanya untuk tujuan Jakarta dan Surabaya. Hanya beberapa maskapai saja yang beroperasi dirute penerbangan itu.

Maskapai yang beroperasi di jalur Jakarta dan Surabaya, kata Siswanto, yakni Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, dan Lion Air. Jumlah penumpang yang ada di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, baik yang datang ataupun berangkat sebanyak  seribu orang setiap harinya. Penerbangan sendiri, setiap hari sebanyak 15-16 penerbangan. Kargo sendiri, sebanyak 30-35 ton perhari.

Kembali ke prasyarat bagi penumpang, ungkap Siswanto, dari dan ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya saat ini adalah PCR yang berlaku selama 2 hari, ditambah dengan vaksinasi minimal vaksin 1, dibarengi  mengisi Ehac, terakhir wajib mendownload aplikasi PediliLindungi saat akan berangkat dan datang. ded

 

Penulis: DedyEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *