Sektor Jasa Keuangan di Kalteng Masih Terjaga

  • Bagikan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan kegiatan Media Update bersama insan pers Kalteng, Kamis (23/9).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan kegiatan Media Update bersama insan pers Kalteng, Kamis (23/9).

Kegiatan Media Update dan silaturahmi kali ini dilaksanakan secara virtual yang menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Kepala OJK Provinsi Kalteng, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalteng, Kepala Sub Bagian Kedaruratan, dan BPBPK Provinsi Kalteng.

Sementara pesertanya dari perwakilan wartawan media cetak, media televisi, media elektronik dan media online di wilayah Provinsi Kalteng.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Kalteng Otto Fitriandy menjelaskan, kondisi sektor jasa keuangan di Kalteng masih terjaga dengan baik, namun terdapat beberapa indikator yang mengalami kontraksi. OJK Kalteng juga telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Otto menjelaskan, kinerja perbankan di wilayah Kalteng saat ini masih mengalami pertumbuhan sejak ditandai dengan beberapa indikator, antara lain: Aset mengalami pertumbuhan sebesar 8,16% (yoy) dengan nominal Rp53,302T (Jul’21). Kredit mengalami pertumbuhan berdasarkan LB (Lokasi Bank) sebesar 11,57% (yoy) dengan nominal Rp35,34T (Jul’21).

DPK (Dana Pihak Ketiga) mengalami pertumbuhan sebesar 10,70% (yoy) dengan nominal Rp32,647T (Jul’21).

Selanjutnya 3 sektor terbesar penyaluran kredit adalah: Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan Rp7,53T dengan NPL 0,13%. Perdagangan Besar & Eceran Rp5,99T dengan NPL 1,14%. Industri Pengolahan Rp2,57T dengan NPL 0,32%.

Untuk Sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Periode Juli 2021, piutang pembiayaan perusahaan di Kalteng sebesar Rp4,61T atau naik dari bulan Juni 2021 sebesar Rp4,48T. Penyaluran pinjaman fintech di Kalteng juga terus mengalami peningkatan sejak Juli 2020 dengan pertumbuhan sebesar 155,88% (yoy) dengan nominal sebesar Rp734,28 miliar (Juli’21). Namun, kontraksi dialami pada penyertaan modal ventura sejak 2020, posisi Juli 2021 total sebesar Rp73,73 miliar terkontraksi dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp74,48 miliar.

Selanjutnya perkembangan kebijakan restrukturisasi kredit selama pandemi Covid-19 Kalteng pada sektor Perbankan sampai dengan Juni 2021, sebanyak 80.590 rekening debitur telah disetujui untuk diberikan relaksasi kredit/pembiayaan dengan outstanding sebesar Rp10,38T. Sedangkan untuk perusahaan pembiayaan per 30 Juli 2021 telah melakukan dan memberikan restrukturisasi kepada 42.441 debitur dengan nominal sebesar Rp2,39 T dari 45.936 debitur yang mengajukan restukturisasi.

Otto juga menjelaskan, OJK bersama Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalteng dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan juga telah melakukan beberapa kali kegiatan vaksinasi massal, dengan total peserta sebanyak 10.723 orang. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses vaksinasi sehingga herd immunity segera tercapai dan kegiatan sosial bermasyarakat dapat kembali berjalan normal. ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *