Banjir Palangka Raya Berangsur Surut

  • Bagikan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani dan  Camat Pahandut Berlianto

*300 Rumah di Pahandut Seberang

PALANGKA RAYA/TAEBNGAN.COM Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyampaikan, berdasar update data Tim Reaksi Cepat BPBD Kota, Kamis (23/9) pukul 16.00 WIB, sejumlah wilayah banjir di Palangka Raya berangsur surut.

Kelurahan Palangka, kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 9 cm. Kemudian Kelurahan Bukit Tunggal, kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 5 cm, dan di Kelurahan Petuk Ketimpun debit air pagi hari turun 5 cm, tapi rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam dan jalan menuju permukiman di Petuk Katimpun bawah terputus, sehingga beraktivitas menggunakan perahu.

Emi menambahkan, wilayah lain yang turut mengalami penurunan debit air ialah Kelurahan Tanjung Pinang sekitar 25 cm. Lalu di Kelurahan Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Banturung, Tumbang Tahai,   Tangkiling dan Sei Gohong juga sudah turun debit airnya.

Selanjutnya di Kelurahan Danau Tundai, jelas Emi, kondisi air turun sekitar 5 cm. Demikian pula di Kelurahan Kameloh Baru yang debit airnya sudah ada penurunan sekitar 5 cm. Kelurahan Marang, debit air sudah ada penurunan sekitar 5 cm, aktivitas warga sudah kembali normal tapi jalan penghubung Kelurahan Marang Baru dan Marang Lama masih terputus.

“Kelurahan Pahandut dan Langkai debit airnya masih bertahan. Sedangkan wilayah yang justru mengalami peningkatan debit air hanya Kelurahan Bereng Bengkel dengan kondisi air terdapat kenaikan sekitar 3 cm dan Kelurahan Kalampangan dengan kondisi debit air sudah ada kenaikan sekitar 2 cm,” katanya.

Beberapa hari lalu, dari 30 kelurahan yang ada di Kota Palangka Raya, 17 di antaranya terdampak banjir. Sebanyak 3.856 KK dan 9.907 warga harus terganggu aktivitasnya karena kawasan permukimannya sudah terendam air dari luapan sungai-sungai besar yang mengelilingi Ibu Kota Provinsi Kalteng ini. Bahkan, sejumlah warga mau tidak mau harus mengungsi karena air telah mencapai ketinggian 1 meter.

Pahandut Seberang

Sementara itu, pada Rabu (22/9) malam pukul 20.00 WIB, pihak Kecamatan Pahandut melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terdampak banjir. Kali ini, pihak kecamatan meninjau kawasan permukiman di Kelurahan Pahandut Seberang, tepatnya di Jalan Terusan Limau dan Jalan Cemara Labat II.

Jariah, warga Jalan Cemara Labat II saat diwawancarai menuturkan, banjir di wilayahnya telah terjadi sejak 2 pekan terakhir, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Bahkan selama banjir merendam rumahnya, ia dibantu oleh warga sekitar untuk membuat meja, guna mengamankan peralatan rumah tangganya agar tidak terkena air.

Akan tetapi dalam 2 hari terakhir, lanjutnya, banjir mulai perlahan surut. Meski demikian, ia tetap memutuskan untuk tidak mengungsi.

“Syukur saja banjir ini mulai surut. Jadi saya masih bisa tidur di rumah saya. Kalau banjir tambah tinggi, saya tidak tahu lagi harus seperti apa,” ujarnya.

Camat Pahandut Berlianto mengatakan, saat ini pihaknya bersama lurah setempat telah melakukan pendataan terkait berapa jumlah warga yang terdampak banjir.

“Tadi sudah kami tinjau kondisi banjir di wilayah setempat. Berdasarkan data dari Pak Lurah dan Babinsa setempat, kurang lebih ada sekitar 300 rumah yang terdampak banjir. Alhamdulillah sudah ada penurunan debit air. Kami saat ini selain meninjau, juga mendata warga yang terdampak,” terangnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *