Banjir 12 Kelurahan di Palangka Raya Terus Meninggi

  • Bagikan
EVAKUASI- BPBD Kota Palangka Raya saat melakukan pemantauan dan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir.ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melaporkan, dari 17 kelurahan terdampak banjir di kota setempat, 12 kelurahan di antaranya mengalami peningkatan debit air.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, dalam laporan terbaru 21 September 2021 telah dilakukan pemantauan kejadian banjir di wilayah Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Sabangau dan Bukit Batu.

Emi menyebutkan, 12 kelurahan yang mengalami kenaikan debit air di antaranya Kelurahan Palangka. Kondisi air pada pagi hari terjadi kenaikan sekitar 17 cm dan rumah masyarakat sebagian sudah ada yang terendam.

Lalu Kelurahan Bukit Tunggal dan Petuk Katimpun, kondisi air pada pagi hari terjadi kenaikan sekitar 10 cm dan rumah masyarakat sebagian sudah ada yang terendam.

“Jalan menuju permukiman warga di Petuk Katimpun bawah terputus, sehingga untuk beraktivitas masyarakat menggunakan perahu,” ujar Emi, Selasa (21/9).

Selanjutnya Kelurahan Pahandut, debit air saat ini bertahan pada ketinggian 70 cm. Kelurahan Langkai dan Tanjung Pinang, debit air sudah ada kenaikan sekitar 10 cm.  Di Kelurahan Tumbang Rungan dan Pahandut Seberang, debit air sudah ada kenaikan sekitar 2 cm serta aktivitas warga sudah mulai terganggu.

Kemudian di Kelurahan Danau Tundai, kondisi air terdapat kenaikan sekitar 10 cm, dan jalan menuju permukiman warga masih tergenang air sehingga untuk beraktivitas masyarakat juga menggunakan perahu.

Kelurahan Kalampangan, lanjut Emi, debit air naik sekitar 6 cm, sedangkan di Kelurahan Kameloh Baru, debit air naik sekitar 10 cm. Kelurahan Marang debit air naik sekitar 3 cm, tapi aktivitas warga sudah mulai terganggu, dan jalan penghubung Kelurahan Marang Baru dan Marang Lama terputus.

“Lima kelurahan yang sempat mengalami penurunan debit air yakni Kelurahan Bereng Bengkel yang mengalami penurunan air sekitar 5 cm dan jalan menuju permukiman warga masih tergenang air sehingga untuk beraktivitas masyarakat menggunakan perahu,” bebernya.

Sementara di Kelurahan Banturung, Tumbang Tahai, Tangkiling dan Sei Gohong debit airnya sudah menurun.

Upaya yang telah dilakukan pihaknya, jelas Emi, pemantauan debit air setiap hari, dan saat ini ada kenaikan sekitar 10 cm sampai 80 cm/hari. Selain itu, pihaknya mendata jumlah korban terdampak banjir di 17 kelurahan, mendirikan Posko Kesehatan, Posko Pengungsian dan Posko Relawan.

“Juga dilakukan pendistribusian air bersih, mendirikan dapur umum dan mendistribusikan makan siap saji, menyalurkan bantuan sembako, pemantauan instalasi listrik, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir,” terangnya.

Diketahui, dari 17 kelurahan tersebut tercatat sebanyak 117 RT, 3.856 KK dan 9.906 jiwa yang terdampak banjir.

Posko Induk Darurat Banjir

Emi menambahkan, saat ini disiapkan posko di kelurahan yang terdampak banjir, yakni Posko Induk Darurat Banjir BPBD Kota Palangka Raya dan Posko Jalan Arut. Selain itu, lurah beserta camat di Kota Cantik juga sudah membangun Posko Banjir di Jalan Arut dan Jalan Kalimantan.

“Salah satunya di Kelurahan Langkai, ada Posko Darurat Banjir di SDN Negeri 1 Langkai yang disiapkan Kecamatan Pahandut dan Kelurahan Langkai. Di Kelurahan Kalampangan pun membentuk posko juga karena di sana banyak petani petani yang terdampak akibat banjir,” jelasnya.

Camat Pahandut Berlianto mengatakan, saat ini Posko Darurat Banjir Kecamatan Pahandut di SDN 1 Langkai sudah terisi sejumlah pengungsi dari masyarakat Kelurahan Langkai di Jalan S Parman Gang Simponi. Setidaknya ada 30 jiwa yang mengungsi karena ketinggian air telah mencapai 70 cm.

“Kami selalu standby melakukan pengawasan terhadap kawasan yang saat ini air mulai meninggi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan, siap kami evakuasi ke lokasi pengungsian. Selain di SDN 1 Langkai, Posko Darurat Banjir di Jalan Kalimantan juga sudah disiapkan,” tutup Berlianto. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *