Pembobol Gereja GPT Imanuel Dituntut 1,5 Tahun Penjara

  • Bagikan
Ilustrasi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Muhammad Yusuf Dika yang melakukan pencurian di Gereja GPT Imanuel terancam pidana penjara selama 1,5 tahun pada sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (20/9/2021).

“Terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Riwun Sriwati.

Saat ini Dika masih menjalani penahanan dalam perkara lain karena terlibat dalam beberapa perkara pencurian berbeda, yang salah satunya di antaranya adalah pencurian di rumah tantenya.

Perkara bermula ketika Dika hendak mengunjungi rumah temannya di Jalan Tjilik Riwut Km 10, Rabu (21/4/2021) siang. Ketika melintasi Jalan Dunis Tuwan, Dika melihat Gereja GPT Imanuel Sejati dalam keadaan sepi sehingga memunculkan niatnya untuk mencuri barang di dalamnya.

Berbekal sebuah obeng, Dika menaiki pagar depan yang terbuat dari beton, kemudian mencongkel pintu gereja hingga terbuka. Dari dalam gereja, Dika mengambil satu buah spring bed, 1 alat pemotong rumput, 1 kipas angin. Menggunakan mobil pikap milik ayahnya, Dika mengangkut barang curian lalu menyimpannya di bekas gedung TVRI yang kini kosong di Jalan Tjilik Riwut km 10.

Esok harinya Dika meminta bantuan ayahnya untuk menjual mesin pemotong rumput. Dika berdalih bahwa mesin pemotong rumput tersebut adalah milik temannya. Akhirnya mesin pemotong rumput terjual seharga Rp700.000, spring bed seharga Rp600.000, dan kipas seharga Rp250.000.

Uang hasil penjualan barang-barang tersebut Dika gunakan untuk bermain judi online. Perbuatan Dika akhirnya terbongkar saat dia tertangkap dalam perkara lain sehingga polisi memprosesnya secara hukum. Dalam persidangan, Dika terjerat ancaman pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHPidana. dre

Penulis: AndreEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *