Palangka Raya, Debit Air Sejumlah Kelurahan Naik

  • Bagikan
ISTIMEWA PANTAU BANJIR- Petugas BPBD Kota Palangka Raya saat melakukan pemantauan terhadap sejumlah kawasan yang terendam banjir.

* 7.811 Warga Palangka Raya Terdampak Banjir

PALANGKA RAYA– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, sejumlah kawasan di Palangka Raya mengalami kenaikan debit air. Hal itu berdasarkan hasil pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD pada Minggu (19/9) pukul 02.00 dini hari.

Sebagian wilayah tersebut, ungkap Emi, Kelurahan Palangka mengalami kenaikan air setinggi 17 cm, Kelurahan Danau Tundai setinggi 10 cm, Kelurahan Tanjung Pinang setinggi 10 cm, Kelurahan Tumbang Rungan setinggi 10 cm, Kelurahan Pahandut setinggi 10 cm, dan Kelurahan Pahandut Seberang setinggi 20 cm. Sedangkan Kelurahan Bereng Bengkel justru mengalami penurunan debit air setinggi 5 cm.

“Sebagian rumah warga dan jalan permukiman sudah terendam air. Aktivitas warga juga mulai terganggu. Bahkan, di Danau Tundai warga masih lalu lalang menggunakan perahu,” ujar Emi kepada Tabengan, Minggu.

Kondisi saat ini, lanjutnya, meskipun debit air di masing-masing kelurahan sudah ada kenaikan kurang lebih 10 cm, semua warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Kondisi cuaca saat pemantauan pun berawan dan cenderung mendung.

Selain itu, minimnya bantuan saat ini membuat sembako yang ada belum dapat dibagi secara merata ke masing-masing kelurahan yang terdampak banjir.

“Kebutuhan mendesak saat ini ialah pengecekan kesehatan masyarakat yang terdampak, serta perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir. Sedangkan untuk usul penanganan, kami meminta mengaktifkan posko banjir di masing-masing kelurahan yang terdampak. Untuk pasca-banjir, bantuan kesehatan lebih prioritas, jembatan perlu renovasi dan jalan lingkungan yang tergenang diusulkan ditinggikan,” jelas Emi.

Sedangkan untuk kawasan yang terdampak banjir, kini telah merambah hingga 17 kelurahan dari 4 kecamatan. Di Kecamatan Pahandut ada Kelurahan Pahandut, Langkai, Pahandut Seberang, Tumbang Rungan dan Tanjung Pinang. Kecamatan Jekan Raya ada Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka dan Petuk Katimpun. Di Kelurahan Sabangau, ada Kelurahan Bereng Bengkel, Kameloh Baru, Danau Tundai dan Kalampangan.

Sedangkan untuk Kelurahan Bukit Baru, kelurahan yang terdampak antara lain Kelurahan Marang, Tangkiling, Tumbang Tahai, Banturung dan Sei Gohong.

“Totalnya hingga saat ini untuk kawasan yang terdampak ada 110 RT, 3.434 Kepala Keluarga dan 7.811 jiwa. Jalan, rumah ibadah, rumah masyarakat, jembatan hingga lahan pertanian juga terdampak banjir akibat luapan sungai di sekitarnya,” tutup Emi. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *