Panggilan dan Tanggung Jawab Umat Tuhan

  • Bagikan

Oleh: Pdt. Daniel Susanto S.Th

(Komisi Hukum dan HAM PGLII Kota Palangka Raya)

Kejadian 1:26-28 (TB)  Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Eksistensi umat manusia dibumi ini, tidak secara kebetulan. Tuhan Allah memiliki maksud dan tujuan atas diri umat manusia.  Sama halnya dengan pada saat Tuhan Allah menciptakan manusia pertama, Adam dan Hawa.  Dikatakan bahwa tujuan penciptaan manusia yang seturut gambar dan rupaNya, agar manusia berkuasa atas alam semesta yang lebih dulu diciptakan sebelum manusia.
Frasa “berkuasa” dalam ayat tersebut dapat berarti bahwa eksistensi manusia di muka bumi ini adalah sebagai pengelola dari segala macam sumber daya alam yang ada.
Namun, dampak dosa yang diperbuat Adam dan Hawa pada Kejadian 3, menjadikan seluruh keturunan Adam dan Hawa cenderung melakukan hal yang justru merusak tatanan ciptaan.
Bahkan yang cukup menyedihkan adalah oleh karena ketamakan dan kecintaan manusia juga ingin cepat menjadi kaya, (sukses) seperti yang diungkapkan Rasul Paulus  1 Timotius 6:9-10 (TB), sehingga mereka cenderung berbuat berbagai macam kejahatan.
“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”
Jika, kita merefleksikan apa yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kalteng, barangkali juga sebagai peringatan Sang Khalik Langit dan Bumi, agar kita kembali merenungkan apa dan mengapa ini bisa diizinkan Tuhan terjadi kepada umat manusia. Saat ini kita masih diberi kesempatan untuk membenahi iman.
Keberadaan manusia, sebagai puncak dari ciptaan adalah untuk menjadi rekan (mitra) kerjaNya. Untuk mengeksplorasi alam semesta dan bukan mengeksploitasinya. Tetapi yang ada justru manusia cenderung mengeksploitasi, bukan saya kepada ciptaan lain, bahkan juga kepada sesamanya. Perdagangan manusia, prostitusi, pembalakan liar, tindak kriminal, korupsi, peredaran narkotika dan lainnya.
Mari kita kembali merenungkan itu semua. Kristus Yesus yang tersalib, mati, bangkit dan naik ke surga telah diberikan Allah Bapa sebagai Korban Pengganti umat manusia agar maksud dan tujuanNya dapat kembali nyata di dalam hidup kita.
Datanglah kepadaNya dan memintalah pengampunan dari padaNya, sehingga Citra Allah dalam diri kita dapat dipulihkan dan kita kembali dapat menjadi mitraNya di dalam mengelola semesta ini untuk kemuliaanNya. Tuhan memberkati. AMIN

Editor: dka
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *