Polda Kalteng Musnahkan 1,3 Kg Sabu

  • Bagikan
ISTIMEWA MUSNAHKAN - Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo, bersama Kejaksaan Tinggi Kalteng, BNNP, BPOM Palangka Raya dan jajaran lainnya, saat memusnahkan barang bukti sabu di Mapolda Kalteng, Jumat (17/9.)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Kalteng di lobi Mapolda, Jumat (17/9). Barang bukti sabu seberat 1.373 gram yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus selama 2 bulan, Juli-Agustus 2021.

Dalam periode tersebut, Ditresnarkoba Polda Kalteng mengungkap 11 kasus dengan 11 tersangka di 3 wilayah di Kalteng. Terdiri dari Kota Palangka Raya sebanyak 8 kasus dengan 8 tersangka dan barang bukti sebanyak 1.258 gram.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 1 kasus dengan 1 tersangka dan barang bukti sabu seberat 68,4 gram. Kemudian di Kabupaten Kapuas 2 kasus dengan 2 tersangka dan barang bukti sabu 47,52 gram.

Hasil pemeriksaan para tersangka, diketahui narkoba jenis sabu banyak berasal dari Banjarmasin yang dibawa melalui jalur darat ke Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas dan Gunung Mas untuk diedarkan di wilayah perkebunan dan pertambangan. Sebagian lagi berasal dari Jawa Timur yang dibawa melalui jalur laut untuk diedarkan di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan.

Pemusnahan dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo dengan memasukkan narkoba jenis sabu ke larutan yang telah diisi cairan pembersih. Kegiatan dihadiri Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Roy Siahaan, Kejati Kalteng, Binda Kalteng dan BPOM Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan masifnya peredaran narkoba di Kalteng harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya aparat penegak hukum. Masyarakat harus membantu bahu membahu agar narkoba tidak meluas dan merusak lingkungan.

Menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba, Kapolda menerangkan jika Kapolres jajaran sudah diperintahkan untuk membentuk kampung tangguh bebas narkoba. Harapannya, di setiap kabupaten akan terbentuk kampung percontohan bebas dari narkoba.

“Melalui kampung tangguh bebas narkoba, masyarakat memiliki sinergitas dalam memberantas penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Kapolda pun meminta agar Kapolres berani dalam melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pengedar narkoba. Jangan ragu-ragu dalam melakukan tindakan tegas.

“Bekerja sama dengan BNNP Kalteng dan instansi terkait kita edukasi kepada masyarakat akan bahayanya narkoba. Peredaran narkoba kini bukan hanya mengancam generasi muda, namun juga sektor pekerja di perkebunan dan pertambangan,” tegasnya. fwa

Penulis: FERRY WAHYUDIEditor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *