Lahan Pertanian Kalampangan Terendam Air

  • Bagikan
TINGGI- Lurah Kalampangan Yunita Martina saat memantau kondisi banjir di wilayahnya. Tampak air mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa.ISTIMEWA

*Masyarakat Terancam Gagal Panen

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Sebanyak 13 kelurahan di Kota Palangka Raya hingga kini masih terdampak banjir. Khusus Kelurahan Kalampangan, setidaknya ada 300 Kepala Keluarga (KK) dan 900 jiwa dari 15 RT dan 3 RW yang rumahnya terendam air.

TINGGI- Lurah Kalampangan Yunita Martina bersama Kapolsek Kalampangan dan Babinsa saat memantau kondisi banjir di wilayahnya. Tampak air mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa.ISTIMEWA

Lurah Kalampangan Yunita Martina menuturkan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, selain kerugian materiil khususnya permukiman warga yang terendam air, juga ada sekitar 50 hektare lahan pertanian masyarakat ikut terdampak banjir kali ini.

“Ketinggian air di daerah kebun masyarakat cukup bervariasi. Mulai dari 1 meter hingga 2 meter. Kemudian di kawasan permukiman, tinggi air mencapai 70 sampai 90 cm,” jelas Yunita.

Kenaikan air di wilayah Kelurahan Kalampangan, diakui Yunita terjadi secara tiba-tiba dalam bentang waktu 6 hari terakhir. Air yang membanjiri kawasan lumbung pertanian di Kota Cantik ini, merupakan kiriman luapan air dari daerah Bukit Rawi.

“Saat ini bisa kami simpulkan debit air terus meninggi, mudah-mudahan debit air di kelurahan kami bisa segera surut seperti yang terjadi di beberapa kelurahan lain yang juga terdampak banjir,” harap Yunita.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani menerangkan, saat ini status banjir di kota setempat masih tetap bersifat fluktuatif. Diakuinya, ada beberapa daerah yang debit airnya menurun, tapi ada juga sebagian daerah debit airnya meninggi.

Di Jalan Mendawai, Anoi dan Pelatuk di Kelurahan Palangka, mengalami penurunan debit air yang cukup drastis hingga kurang lebih 25 cm. Sebaliknya, tambah Emi, pantauan di Kelurahan Kalampangan debit airnya justru mengalami kenaikan.

“Kondisi banjir di wilayah kita berbeda-beda pada setiap kawasan. Kita diapit oleh 3 sungai besar, seluruh kawasan permukiman di 3 daerah aliran sungai tersebut terdampak banjir. Ada yang surut karena daerah hulu Sungai Kahayan tidak ada hujan, ada juga kawasan lain yang daerah hulu sungainya hujan sehingg air meninggi. Sementara ini, Bapak Wali Kota sudah menetapkan status siaga banjir hingga akhir tahun, agar penanganan bisa lebih terfokus,” jelasnya. rgb

Penulis: Ronny GunturEditor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *