Mensos Marah-marah di Katingan

  • Bagikan
TABENGAN/YULIANUS TINJAU – Menteri Sosial RI Tri Rismaharani didampingi Wakil Gubenur Kalteng Edy Pratowo saat berbicara dengan terhadap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Katingan Elmon Sianturi

*Kadinsos Tidak Mengerti Bantuan Apa?

* Penyaluran Bansos Kalteng Dievaluasi

KASONGAN/TABENGAN.COM Viralnya video di media sosial Menteri Sosial RI Tri Rismaharini yang marah terhadap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Katingan Elmon Sianturi terkait bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH), akhirnya dijawab.

Viral itu seolah-olah Kadinsos Katingan tidak komunikatif, tidak membagikan barang, tidak memberikan bantuan kepada masyarakat. Kalau masyarakatnya hanya 5 orang simbolis menerima bantuan, namun harus dipilah-pilah sehingga Elmon tidak mengerti apa yang disebut Ibu Menteri bantuan apa.

“Kalau bantuan berupa baper stok berupa karton-karton yang isinya makanan kepada masyarakat tadi itu merupakan barang dari Pemerintah Pusat Kementerian Sosial, dan itu ada jatah yang dikirimkan ke kami, sehingga dalam video itu saya menggunakan bahasa istilah jatah. Saya tidak bisa membagikan kepada masyarakat semuanya tiap orang, tiap keluarga untuk mendapatkanya,” jelas Elmon.

Menurut Elmon, ketika Mensos datang maka orang tahu akan bagi-bagi barang bantuan bansos, sehingga orang berkumpul. Jadi apabila barang tidak bisa dibagikan satu-satu karena kuotanya yang diberikan ke Katingan sedikit.

“Apabila Ibu Mensos mengatakan orang tua tidak menerima bantuan sebagai penerima PKH itu apakah sudah masuk dalam sistem atau lagi diproses oleh sistem. Karena setiap periode kami selalu mengajukan usulan penambahan orang-orang penerima BST melalui sistem,” katanya.

Orang-orang yang menerima tentunya yang ada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, setelah itu diverifikasi layak atau tidak menerima. Selanjutnya diusulkan melalui sistem dan diolah oleh kementerian yang memiliki hak dalam menentukannya, berapa yang diusulkan tetap kementerian yang menentukan nilainya.

“Apabila Ibu Menteri mengatakan tidak mengusulkan, kurang komunikasi Ibu Menteri itu tidak tahu, karena kita mengusulkan itu sistem by sistem,” ujarnya mengklarifikasi.

Sebelumnya virral dalam sebuah video ketika Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, meneruskan pertanyaan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini kepada salah seorang manula yang hadir di tempat itu.

“Nenek, ibu Menteri bertanya, apakah nenek ada menerima bantuan dari pemerintah berupa uang atau PKH dari pemerintah,” tanya Wagub. Nenek tersebut menjawab tidak ada menerima bantuan apapun.

Kemudian datang Kadinsos Katingan Elmon Sianturi. Mensos Risma langsung protes karena tidak ada yang menerima bantuan. “Ini lho pak Kadis ngga ada yang nerima ni,” tanya Mensos Risma.

Pak Kadis tampaknya tidak mengerti maksud pertanyaan Mensos Risma, menjawab bahwa jatah ini mau dibagi rata ke masyarakat, sebelum melanjutkan perkataannya langsung dipotong Mensos Risma.”Siapa yang ngomong jatah. Bapak tau saya nambah 5,9 juta usulan daerah, kalau bapak tidak manfaatkan itu salah bapak,” kata Mensos Risma. Lalu jawab Kadisos Katingan bahwa yang pihaknya dapat itu tidak banyak.

Lalu dijawab Mensos: Astafirullah, bapak bisa mengusulkan, dan berarti bapak tidak bisa komunikasi berarti,” kata Mensos Risma.

 Dievaluasi

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengevaluasi pencairan bantuan sosial (bansos) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Seperti daerah-daerah lainnya yang menjadi kota kunjungan Mensos, persoalan penyaluran bansos berkisar pada belum terdistribusinya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), rekening terblokir, pendataan ganda dan prosedur perbankan yang dirasakan berbelit.

Permasalahan ini terjadi baik pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).

Hal itu diungkapkan Mensos saat berkunjung ke Palangka Raya, Kamis (16/9).

Mensos meminta pihak bank, pemerintah daerah dan semua pihak terkait memprioritaskan pelayanan kepada KPM yang kehidupannya semakin berat karena terdampak pandemi.

“Saya minta penyaluran bansos bisa selesai sebelum minggu ketiga September. Kasihan KPM itu. Tidak ada yang sulit Pak, kalau kita bersungguh-sungguh,” kata Mensos dalam pertemuan pemadanan data di Palangka Raya.

Mensos menyampaikan pesan ini dalam pertemuan dengan perwakilan Bank Himbara, perwakilan PT Pos Indonesia, para pejabat eselon l Kemensos, staf khusus menteri, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari, Deputi PIP Bidang Polhukam dan PMK BPKP Iwan Taufiq Purwanto, para pendamping PKH dan BPNT usai meninjau banjir di Palangka Raya dan Katingan.

Mensos meminta Bank Himbara dan pendamping menyalurkan bantuan sekaligus, yakni dengan menyalurkan langsung kepada KPM PKH dan BPNT.

Terkait banjir, Mensos meminta pemerintah daerah mewaspadai dampak bencana yang disebabkan perubahan iklim. Dia meminta kepala daerah menyiapkan langkah antisipatif yang bisa memberikan solusi komprehensif terhadap bencana banjir.

Mensos mengajak untuk berani membuat terobosan dan mengusulkan adanya pembangunan bendungan besar di Bumi Tambun Bungai. Menurutnya, banjir berulang bukan hanya memberatkan tugas pemerintah, tapi juga mengakibatkan masyarakat kesulitan meningkatkan kesejahteraannya.

Mensos memotivasi agar berani membuat terobosan di tengah keterbatasan anggaran. Seperti yang dilakukan pada saat menjabat Wali Kota Surabaya. Ia mencontohkan pembangunan Bendungan Sutami di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang dinilai sebagai langkah strategis.

Mensos mengingatkan kepala daerah yang wilayahnya terjadi banjir, itu merupakan ancaman serius karena fenomena perubahan iklim. Pemerintah daerah juga harus menyiapkan skenario mitigasi bencana yang terencana dengan baik,  termasuk penyiapan sarana evakuasi warga seperti shelter.

Kemensos memberikan bantuan berupa makanan siap saji 156 paket, makanan anak 102 paket selimut 50 lembar, kids ware 30 paket, family kit 30 paket, foodware 35 paket, perlengkapan dapur 35 matras 100 lembar, dan kasur lipat 20 lembar. Dalam kunjungan ke Desa Mendawai, Mensos meninjau layanan Dapur Umum Tagana Kalteng dan Tagana Kota Palangka Raya di RW 06 RT 07, Desa Mendawai.

Saat kunjungan di Katingan, Mensos menyampaikan agar Pemkab setempat bisa melakukan evaluasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah lainnya dalam hal pengendalian banjir serta bencana alam. Dia menilai ada kemungkinan aliran sungai di wilayah itu bukan hanya di Katingan, sehingga perlu adanya sinergi dengan sejumlah daerah lainnya.

“Bantuan ini hanya sekadar membantu meringankan. Tapi next akan kita selesaikan akar masalahnya,” ujarnya ketika meninjau lokasi terdampak banjir di RT 11/RW 03, Taman Religi Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. yml/drn/c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *