Air Masih Dalam, Minibus Jangan Melintas

  • Bagikan
BELUM SURUT- Kondisi terkini banjir di Bukit Rawi masih dalam. tampak Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Rifki bersama personel meninjau arus lalin di Desa Penda Barania. .TABENGAN/M YAKIN

PALANGKA RAYA– Banjir di wilayah Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau berangsur surut. Pantauan Ditlantas Polda Kalteng, Rabu (15/9), Jalan Trans Kalimantan penghubung Kota Palangka Raya dan sejumlah kabupaten telah mampu dilalui kendaraan.

Genangan air yang masih cukup dalam dan jalan aspal yang mengalami kerusakan akibat banjir menyebabkan jalan baru bisa dilewati oleh kendaraan roda 4 dan roda 6.

Pengecekan arus lalu lintas pada daerah banjir tersebut dilakukan langsung Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Rifki dan sejumlah pejabat satker Ditlantas.

“Saat ini ketinggian air di beberapa titik mencapai lutut orang dewasa, kemudian kondisi jalan berlubang cukup dalam akibat aspal yang terkikis, Jalan rusak yang terendam banjir berkisar sepanjang 1 kilometer,” kata Dirlantas.

Menindaklanjuti masih tingginya debit air dan jalan yang rusak, Rifki mengimbau untuk mobil penumpang seperti minibus agar tidak memaksakan melintas karena cukup rawan terjadinya mogok dan masuk ke areal jalan yang rusak.

“Untuk jalan masih aman jika dilintas mobil roda 6 dan roda 4 yang memiliki ukuran cukup tinggi,” katanya.

Rifki menambahkan, keselamatan merupakan hal paling utama yang harus dilakukan oleh pengendara, terlebih di dalam kondisi banjir saat ini. Jalan yang rusak akibat gerusan banjir dapat menyebabkan kerusakan kendaraan dan kecelakaan.

“Untuk mobil yang bisa melintas diharap turut mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan. Setiap hari kita terus terjunkan personel untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartoni SIK melalui Kanit Turjawali Aiptu FX Agus Prihanto mengatakan, situasi terkini arus lalu lintas di Desa Penda Barania, kondisi debit air kembali naik sekitar 2 cm.
“Kami mengharapkan kepada warga masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Sedangkan untuk jalur tetap kita lakukan buka tutup dengan satu arus, seperti dari arah Kuala Kurun-Palangka Raya dan sebaliknya dari Palangka Raya-Kurun, kita lakukan satu arus,” terangnya.

Tetap dilakukannya buka tutup jalan ini, agar kendaraan yang melintas bisa berjalan lancar dan terkendali. Dia juga mengingatkan, agar masyarakat selalu berhati-hati melewati Desa Penda Barania.

“Betul, harus hati-hati melintasi Penda Barania ini, karena lubangnya cukup dalam. Debit airnya agak meningkat sekitar 2 cm,” tambahnya.

Sementara, kondisi cuaca terpantau sedikit turun hujan. Masyarakat diminta untuk berhati-hati, selain jalanan menjadi licin, juga cukup banyak kerusakan dan jalan berlubang. fwa/c-mye

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *