Kota Siaga 3 Bulan Darurat Banjir

  • Bagikan
TABENGAN/YULIANUS BANJIR – Perumahan warga di sekitar Jl. Anoi sebagian besar terendam banjir akibat tingginya curah hujan di Kota Palangka Raya beberapa hari ini.

*Meluas, 13 Kelurahan di Palangka Raya Terdampak

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/245/2021 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir di Kota Palangka Raya tahun 2021. SK tersebut ditandatanganinya pada 13 September dan akan berlaku hingga 31 Desember 2021 mendatang.

“Meningkatnya curah hujan di sebagian besar wilayah Kalteng, termasuk Palangka Raya beberapa waktu terakhir, rupanya telah menyebabkan bencana banjir pada sejumlah titik rawan yang berada pada kawasan daerah aliran sungai. Untuk itu saya rasa perlu menerapkan status ini, agar upaya penanganannya bisa lebih maksimal,” ujar Fairid, Selasa (14/9).

Dengan adanya penetapan ini, maka Pemko merencanakan operasi penanganan siaga darurat bencana dan mengajukan permintaan kebutuhan bantuan siaga darurat. Selain itu, pihaknya juga melaksanakan dan mengoordinasikan pengerahan sumber daya untuk penanganan siaga darurat nencana secara cepat, tepat, efisien dan efektif.

Selain itu, jelas Fairid, pemerintah juga mempersiapkan sarana prasarana dalam rangka melaksanakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat terkait siaga darurat bencana banjir. Kemudian melaksanakan pengumpulan informasi sebagai dasar perencanaan komando siaga darurat bencana di Kota Palangka Raya.

“Misalnya dengan menyebarluaskan informasi mengenai kejadian bencana dan penanganannya kepada media massa dan masyarakat luas. Untuk itu, mari kita tetap waspada dan tetap siaga menghadapi musim banjir ini. Jika masyarakat membutuhkan bantuan, hubungi call center 112 atau call center di BPBD Kota Palangka Raya,” imbuhnya.

Banjir Meluas

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, berdasarkan update terbaru per 14 September pukul 12.00 WIB, telah terjadi penambahan kawasan yang terdampak banjir. Jika sebelumnya tercatat ada 12 kelurahan terdampak, kini Kelurahan Kalampangan menjadi kelurahan ke 13 yang terdampak.

“Di sana ada 9 RT dan 3 RW yang sebagian wilayahnya terendam air luapan dari sungai di sekitarnya. Penambahan ini setidaknya menambah jumlah kawasan yang terdampak banjir. Menjadi 13 kelurahan, 104 RT dan 30 RW se-Kota Palangka Raya,”  ujar Emi, Selasa.

Sejumlah kawasan yang sebelumnya terendam air cukup tinggi, kini berdasarkan pantauan tim reaksi cepat BPBD, ada sedikit penurunan ketinggian air. Selasa siang, pihaknya melakukan patroli di Jalan Arut dan Jalan Anoi pada titik paling rawan terendam banjir, ada penurunan tinggi air sekitar 25 cm jika dibandingkan pada hasil pantauan pada Sabtu (11/9) lalu, ketinggian air mencapai 100 cm atau hingga sedada orang dewasa.

“Karena kondisi banjir di sini adalah banjir kiriman, maka apabila kawasan hulu tidak ada hujan dan Kota Palangka Raya sendiri tidak ada hujan seperti kemarin, maka air akan cepat surut. Kita berharap agar bencana ini bisa segera berakhir,” tutup Emi. rgb

Penulis: Ronny GunturEditor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *