2.948 KK Terdampak Banjir Palangka Raya

  • Bagikan
TABENGAN/RONY BERBAGI - Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Fraksi PDIP, Nenie A Lambung memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir di Jalan Kalimantan Gg Warga, Senin (13/9).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya, mulai tergenang banjir dalam sepekan kebelakang. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan para relawan segera melakukan penanganan cepat, yakni melakukan pendataan jumlah korban terdampak banjir, mendirikan posko kesehatan, pengungsian, dan posko relawan. Selain itu, distribusi air bersih, pendirian dapur umum dan distribusi makan siap saji hingga penyediaan WC umum dan pemantauan 24 jam tengah dijalankan pihaknya.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan hingga Senin (13/9) siang, masih ada 12 kelurahan yang terdampak banjir musiman kali ini. Kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Pahandut, Tanjung Pinang, Langkai, Pahandut Seberang, Tumbang Rungan, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Kameloh Baru, Danau Tundai, Bereng Bengkel dan Kelurahan Marang.

“Berdasarkan Peta Rawan Bencana Kota Palangka Raya, memang seluruh kawasan yang berada pada daerah aliran sungai (DAS) Kahayan, Rungan dan Sebangau adalah rawan banjir. Ini memang banjir musiman yang diakibatkan kiriman debit air dari kawasan hulu. Sedangkan kelurahan yang tidak dilewati DAS tersebut seperti Menteng ataupun Kelurahan Kalampangan, tidak terdampak banjir ini,” ujar Emi, Senin (13/9).

Hingga saat ini, berdasarkan data pantauan sementara telah tercatat 2.948 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dari 12 kelurahan tersebut. Selain itu, ada 95 RT dan 30 RW yang saat ini telah terendam air. Sedangkan kawasan dengan ketinggian air tertinggi terpantau ada di Jalan Anoi Kelurahan Palangka dengan ketinggian berkisar antara 90-100 cm dan Petuk Katimpun dengan ketinggian air 20-90 cm.

“Untuk jumlah masyarakat saat ini, baru terdata 1.152 jiwa dari kelurahan Bukit Tunggal, Kameloh Baru dan Marang yang terdampak banjir. Pendataan masih kita lakukan bekerjasama dengan dinas terkait seperti Dinas Sosial hingga pihak kecamatan,” bebernya.

Sementara itu Camat Pahandut, Berlianto menuturkan pendataan warganya yang terdampak banjir masih dikejar. Saat ini baru terdata 15 RW dan 49 RT, serta setidaknya 858 KK yang terdampak.

“Masih kita data untuk jumlah kawasan dan masyarakat yang terdampak banjir ini. Yang pasti mulai Kelurahan Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Langkai, Pahandut dan Tanjung Pinang ada, tapi memang masih dipilah mana yg terkena dan terdampak. Kalau terkena banjir ya yang airnya sampai masuk rumah, sementara yang terdampak seperti jalan depan rumah yang tergenang,” bebernya.

Data yang ada sekarang pun diungkapkannya bersifat fluktuatif, dengan kondisi yang berubah setiap saatnya tergantung kepada kondisi cuaca. Kota Palangka Raya yang tak diguyur hujan sejak Minggu (12/9) kemarin, telah membuat sejumlah kawasan mulai surut.

Kelurahan Tanjung Pinang disebutkannya hingga Senin pagi ada penurunan tinggi air sekitar 15 cm, lalu di Kelurahan Pahandut ada penurunan sekitar 7 cm, Kelurahan Langkai ada penurunan sekitar 10 cm.

“Jadi pendataan memang masih berjalan seiring kondisi dilapangan. Harapannya kondisi ini bisa membaik dengan menurunnya ketinggian air ini,” tukasnya.rgb

Penulis: Ronny GunturEditor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *