JALAN BUKIT RAWI DITUTUP

  • Bagikan
LONGSOR- Jalan induk di Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulpis, putus diterjang longsor. Tampak di Jalan Bukit Rawi-Palangka Raya alat berat diperbantukkan mengevakuasi mobil yang mogok. Pihak kecamatan, kelurahan dan kepolisian melakukan penutupan.ISTIMEWA

*Longsor, Jalan Tangkahen Putus

*Banyak Mobil Mogok, Jangan Melintas Penda Barania

PULANG PISAU/TABENGAN.COM– Penyekatan sempat dilakukan akibat parahnya kondisi banjir di jalan Palangka Raya-Bukit Rawi, Desa Penda Barania. Arus jalan ditutup sejak Sabtu (11/9) pukul 19.00 WIB sampai Minggu (12/9) pukul 06.00 WIB.

Pada Minggu (12/9) pukul 19.00 WIB juga kembali dilakukan penutupan di jalan yang melintasi Desa Penda Barania dari arah Palangka Raya menuju Kuala Kurun begitu juga dari arah Kuala Kurun  menuju Palangka Raya.

Siswo, Camat Kahayan Tengah, Minggu malam, membenarkan pihaknya melakukan penyekatan sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi dan hari Minggu sampai Senin (13/9) pagi. Penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi bergeraknya debit air kiriman.

“Betul, sejak tadi malam air terus bergerak naik sampai hari ini, dan di titik terdalam mencapai setinggi pinggang orang dewasa,” ujar Siswo.

Apalagi, kata Siswo, kabupaten tetangga Gunung Mas, tepatnya sebelumnya Kuala Kurun semalam diguyur hujan lebat. Maka untuk daerah bawah, baik Kecamatan Banama Tingang dan Kahayan Tengah harus terus ekstra siaga akan datangnya banjir kiriman.

Siswo menyebutkan, akibat terus meningginya debit air cukup banyak mobil kecil jenis minibus yang terjebak banjir atau mati mesin, sehingga kian menambah antrean panjang di lokasi.

“Kami terus mengimbau kepada mobil-mobil penumpang dan pikap untuk tidak melintas, sebab kondisi air pagi ini masih bertahan,” imbaunya.

Terpisah, Kapolres Pulpis AKBP Kurniawan Hartono melalui Kapolsek Kahayan Tengah Iptu Rozikin mengatakan, debit air banjir terus bergerak dan mengalami kenaikan cukup cepat lebih dari 70 cm.

“Antrean semakin padat, untuk itu kami mengimbau agar para pengguna jalan seperti mobil kecil mengurungkan kembali niatnya untuk melintasi Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania ini. Sebab, ketinggian air sudah sepinggang orang dewasa,” kata Kapolsek.
Kapolsek menambahkan, kembali dilakukan penyekatan sejak sabtu dan minggu malam pukul 19.00 WIB hingga pagi pukul 06.00 WIB, kembali dilakukan buka tutup jalan.

Banjir tak hanya menenggelamkan rumah, jalan dan fasilitas umum, tapi juga merusak bangunan infrastruktur daerah. Buktinya di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, akses jalan induk Desa Tangkahen putus setelah diterjang longsor pasca-banjir.

Longsor

Bencana alam banjir yang mengakibatkan longsor ini terjadi pada Minggu (12/9) pukul 04.00 WIB di RT 01 Jalan Ringkai, Desa Tangkahen. Anggota DPRD Kabupaten Pulpis Arianson mengatakan, tanah longsor di kampung halamannya ini terjadi saat air surut usai musibah banjir.

“Kami memohon perhatian dari pemerintah untuk bisa menganggarkan ke APBD Provinsi dan Kabupaten untuk membangun kembali akses jalan yang merupakan jalan induk dari dan menuju Desa Tangkahen,” kata Arianson kepada Tabengan, Minggu.

Menurut Arianson, pihaknya sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten Pulpis.

“Kami mengharapkan agar kiranya bersama-sama melihat dan menganggarkan ke APBD untuk membantu masyarakat kami yang terdampak oleh bencana alam longsor,” kata Arianson.

Jalan Penda Barania Berbahaya

Curah hujan tinggi yang masih terjadi di wilayah hulu membuat banjir di Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulpis, semakin meningkat. Sabtu (11/9), kedalaman air sudah melebihi lutut pria dewasa.
Situasi ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas makin parah. Sejumlah mobil terjebak dan mogok di tengah jalan, menyebabkan jalan tambah sulit untuk dilewati.

Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng mengimbau agar masyarakat mengurungkan niat untuk bepergian jika harus melintasi Desa Penda Barania.
Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Rifki mengatakan, imbauan itu dikeluarkan menyusul laporan situasi terkini yang dilakukan personel Satlantas Polres Pulpis Aiptu FX Agus di lokasi banjir.

Dalam laporan yang dikirimkan melalui potongan video, kedalaman air di Desa Penda Barania telah mencapai lebih dari lutut pria dewasa. Kemudian terjadi antrean panjang karena banyak mobil yang mogok.

“Antrean panjang disebabkan beberapa mobil dan truk mogok di tengah jalan dan ditinggalkan oleh pengemudinya. Kondisi ini menyebabkan Jalan Trans Kalimantan di Desa Penda Barania sulit dilintasi,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak melintasi Desa Penda Barania agar mengurungkan niatnya. Beberapa truk bahkan harus mogok 13 jam lebih di lokasi banjir dan belum bisa dievakuasi.

“Kondisi banjir di Desa Penda Barania sangat berbahaya untuk dilewati karena bisa menyebabkan mati mesin pada kendaraan. Harap diurungkan niat jika hendak melintas di sana. Saat ini personel tengah bahu membahu mengurai kemacetan di sana,” tuturnya.c-mye

Penulis: M. YakinEditor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *