12 Kelurahan di Palangka Raya Terdampak Banjir 

  • Bagikan
TABENGAN/YULIANUS/ISTIMEWA TERENDAM- Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Palangka Raya saat memantau kawasan permukiman masyarakat yang terendam banjir di Kelurahan Palangka. Tampak juga Perumahan warga di sekitar Jalan. Anoi sebagian besar terendam banjir akibat tingginya curah hujan di Kota Palangka Raya beberapa hari ini, Minggu (12/9)

 PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, setidaknya sudah 12 kelurahan di Palangka Raya yang terdampak banjir per 12 September pukul 16.00 WIB.

Ke-12 kelurahan tersebut, Kelurahan Marang, Palangka (Jalan Mendawai, Pelatuk dan Jalan Anoi), Bukit Tunggal (Jalan Danau Rangas dan Jalan Mutiara), Langkai (Kawasan Tugu Sukarno dan Flamboyan), Pahandut (Jalan Kalimantan dan Sulawesi), Petuk Katimpun.

Kemudian Kelurahan Pahandut Seberang, Tanjung Pinang, Tumbang Rungan, Danau Tundai, Kameloh Baru dan Kelurahan Bereng Bengkel.

“Banjir di Palangka Raya ini dikarenakan kiriman limpahan air dari daerah hulu. Kawasan hulu Sungai Kahayan dan Sungai Rungan saat ini dilanda hujan dengan intensitas dan curah hujan yang cukup tinggi setiap harinya. Belum lagi hujan di sini juga sering terjadi, mengakibatkan adanya genangan air pada kawasan daerah aliran sungai (DAS),” ujar Emi saat konfirmasi Tabengan, Minggu (12/9).

Sebagian besar wilayah yang terendam banjir, masih antara ketinggian 30 sampai 50 cm di atas permukaan jalan. Sebagian juga mulai menggenang masuk ke rumah masyarakat. Namun, kawasan yang terendam cukup dalam di Jalan Anoi dan Jalan Mendawai Ujung Kompleks Sosial, dengan kedalaman hingga 1 meter atau setinggi dada orang dewasa.

“Sementara ini, BPBD bersama Dinas Sosial sudah membuat tenda pengungsian darurat di kawasan Jalan Mendawai dan Arut, apabila air semakin meninggi maka diimbau segera dievakuasi ke tempat yang disediakan. Dapur umum juga sementara sudah disiapkan di Panti Sosial Jalan Poncowati. Besok (Senin), akan kembali dibangun dapur umum di belakang posko pengungsian darurat BPBD yang ada di Jalan Arut. Pendataan warga terdampak, juga masih kami lakukan,” jelas Emi.

Selain itu, lanjut Emi, BPBD telah menyediakan call center khusus yang akan ditindaklajuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama dengan pihak terkait lainnya. Apabila masyarakat memiliki informasi terkait banjir di sekitar Kota Palangka Raya, dapat menghubungi Heru Trimono (0812-5097-336), Tony Emond (0813-4918-6010) dan Yen Saputra (0813-4862-5236). Atau langsung melaporkan pada sosial media milik BPBD di Facebook BPBD Kota Palangka Raya dan Instagram BPBD_Kota_Palangkaraya.

“Kami akan siap selama 1×24 jam guna mengawasi kenaikan debit air ini. Masyarakat apabila menemukan informasi penting terkait hal tersebut, bisa menghubungi call center yang disediakan,” ujar Emi. rgb

Penulis: Ronny Guntur Editor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *