Banjir Bergeser ke Palangka Raya

  • Bagikan
TABENGAN/FERRY WAHYUDI/YULIANUS/IST BERMAIN- Anak-anak saat bermain di jalan yang tergenang akibat banjir di jalan Anoi. Tampak Anggota BPBD Kota Palangka Raya saat melakukan pemantauan pada sejumlah lokasi yang tergenang air, dan tampak juga banjir sudah menggenangi jalan bandara bawah.

*6 Kelurahan di Palangka Raya Terendam

*Antrean Jalan Bukit Rawi 3 Km

*Jalur Kasongan-Sampit Sudah Dibuka

PALANGKA RAYA Di saat banjir di wilayah Kasongan mulai berangsur surut, tapi bencana banjir mulai begeser di tempat lain seperti di wilayah Pulang Pisau tepatnya di jalur Palangka Raya-Bukit Rawi ketinggian air yang sempat turun kini naik lagi, sedangkan wilayah Kota Palangka Raya sedikitnya 6 kelurahan mulai tergenang banjir.

Sekitar 6 kelurahan di Kota Palangka Raya mulai tergenang banjir. Debit air  berangsur-angsur mengalami kenaikan dan mulai menggenangi sejumlah rumah warga, Jumat (10/9).

Enam kelurahan tersebut, Kelurahan Palangka, Marang, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Bereng Bengkel dan Kameloh Baru. Banjir terparah berada di kawasan Jalan Anoi dan Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.

Di Jalan Anoi, banjir telah menggenangi puluhan rumah warga dan akses jalan hingga kedalaman mencapai 30 centimeter dan sepinggang orang dewasa. Kemudian di Jalan Mendawai Induk dengan kenaikan air 30 cm dan Jalan Mendawai I airnya telah naik sekitar 30 cm.

Kelurahan selanjutnya yang mulai tergenang air, Kelurahan Marang Kecamatan Bukit Batu. Meskipun dinilai masih aman, namun air mulai naik sekitar 15 cm.

Selanjutnya di Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya tepatnya di Petuk Katimpun RT 02, dari 9 titik yang terdampak telah ada kenaikan air hingga 50 cm di atas badan jalan. Kemudian wilayah Jalan Danau Rangas RT02/RW07 Kelurahan Bukit Tunggal, kenaikan air setinggi 15 cm di atas badan jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengakui, dalam pemantauan lapangan yang dilakukan pihaknya terhadap potensi banjir tahunan di wilayah kota setempat, beberapa kelurahan mengalami kenaikan debit air.

“Kenaikan debit air ini karena adanya luapan air dari Sungai Kahayan. Memang beberapa hari ini Kota Palangka Raya dan sekitarnya, terutama wilayah hulu, ada peningkatan curah hujan,” ujar Emi, Jumat (10/9).

Menurutnya, topografi wilayah rawan banjir ini Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mayoritas dataran rendah. Jadi sangat rentan mendapat dampak kenaikan debit air ketika ada kenaikan debit air dari wilayah hulu. Lebih kepada banjir kiriman. Maka itu, pihaknya bergerak cepat melakukan pemantauan. Banjir di kawasan tersebut berangsur-angsur meningkat sejak 4 hari terakhir akibat kenaikan debit air di Sungai Kahayan.

“Masyarakat harus siap jika ada kenaikan debit air di malam hari. Kita akan mendirikan posko di wilayah yang banjirnya parah dan masyarakat yang padat. Di Jalan Mendawai dan Anoi sudah ada 50 KK yang terdampak banjir,” tegasnya.

Riky, salah satu warga mengatakan, akibat banjir ini akses transportasi telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian. Sejumlah toko warga bahkan harus tutup karena air telah memasuki rumah.

“Sudah sekitar 4 hari ini air terus naik. Rumah sudah dimasuki air. Sementara tidak mengungsi dulu karena takutnya aliran listrik masih ada,” katanya.

Senada, Ita, menuturkan, ini termasuk yang cukup parah sepanjang banjir yang terjadi di Jalan Anoi. Dimungkinkan air akan terus meningkat karena aliran air masih cukup deras.

“Sudah mengungsi saya di Kelurahan Panarung. Air sudah masuk ke rumah 2 hari terakhir,” akunya.

Antrean Bukit Rawi 3 Km

Banjir yang merendam Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun (Bukit Rawi), tepatnya di Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, hingga Jumat, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis Salahudin mengatakan, banjir di jalur Bukit Rawi masih belum surut. Ketinggian debit air mencapai 47 cm. Antrean kendaraan merayap sepanjang 3 km. Jalan yang terendam lebih dari 1,30 km dengan 3  titik rawan kecelakaan.

“Petugas terus membantu mengatur lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan yang panjang bersama instansi terkait. Jalan lalu lintas dilakukan buka tutup,” katanya, Jumat.

Menurut Salahudin, pihaknya juga terus memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar berhati-hati melewati jalan yang terendam banjir, karena banyak lubang di sisi kiri-kanannya yang membahayakan masyarakat.

“Sarana dan prasarana yang kita gunakan di lapangan sebanyak 2 unit mobil pikap, 2 unit speedboat, 1 unit DU Sosial dan 1 unit tangki air bersih sosial,” terangnya.

Sedangkan jumlah desa yang terdampak banjir, jelas Salahudin, di Kecamatan Kahayan Tengah meliputi Desa Balukon dengan jumlah 7 Kepala Keluarga (KK) 28 jiwa, Desa Penda Barania 41 KK 156 jiwa dan Desa Tanjung Sangalang  114 KK.

“Untuk personel yang bertugas, dari Polri, TNI, BPBD, Dinsos Provinsi dan Kabupaten Pulpis serta Relawan Balakar Kuala Kapuas,” tandasnya.

Kasongan-Kereng Pangi Dibuka

Jalan Trans Kalimantan Tjilik Riwut dari Kota Kasongan menuju Kereng Pangi sepanjang 16 km yang sebelumnya lumpuh total dan ditutup 3 hari, kini sudah dibuka. Pengendara roda 2, roda 4 maupun kendaraan yang berbobot lebih besar diperbolehkan melintas.

Walaupun ada titik-titik banjir yang masih dalam, kurang setengah meter, namun kendaraan masih dapat melintas. Sedangkan di jembatan gorong-gorong yang rusak karena banjir di km 15 Kasongan-Kereng Pangi, para pengendara harus bergantian atau satu jalur untuk melintas. Terjadi antrean cukup panjang mencapai 1 km karena petugas keamanan menerapkan jalur buka tutup.

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SIK melalui Kasat Lantas  Iptu Lenina Olin mengatakan, ruas Jalan Trans Kalimantan antara Kasongan-Kereng Pangi sudah dapat dilalui. Artinya, jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur sudah tersambung kembali.

“Jalur Kasongan-Sampit atau sebaliknya sudah dibuka, namun kami mengimbau kepada pengendara agar mematuhi petunjuk dari petugas yang berada di lapangan. Petugas akan menunjukkan jalan yang akan bisa dilewati,” kata Lenina, Jumat siang.

Menurut Lenina, para pengendara yang mengalami kendala dalam melintas, akan dibantu petugas khususnya di ruas jalan jembatan gorong-gorong yang rusak. Para pengemudi diingatkan agar selalu berhati-hati dalam melintas. Jangan menyerobot atau mendahului kendaraan lain karena ruas jalan ada yang rusak dan masih terendam air.

Sebelumnya, pantauan Tabengan, Kamis (9/9) malam, air sudah mulai surut dengan ketinggian kurang  dari setengah meter. Sempat dilakukan uji coba pembukaan bagi kendaraan berbobot besar atau truk. Namun, ruas jalan tersebut tidak lama setelah dibuka, ditutup kembali oleh pihak Polres Katingan. Petugas melakukan upaya pengecakan jalur kendaraan yang dapat dilewati kembali.

“Kita buka ingin menyulitkan para pengendara agar tidak bisa melewatinya, namun saat dilakukan pengecekan kembali situasi jalan masih terendam, sehingga kita upayakan yang terbaik. Pagi kita lihat kembali dan kita lakukan pengecekan jalur apabila memang sudah sangat aman pasti dibuka,” kata Kapolres Katingan malam itu. fwa/rgb/c-mye/c-dar/c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *