DAS Katingan Mulai Surut, Jalan Masih Lumpuh

  • Bagikan
CEK MUATAN- Kasat Polairud Iptu Bimasa Zebua saat mengatur dan mengecek muatan getek agar tidak melebihi kapasitas, Kamis (9/9).TABENGAN/SUSENO

KASONGAN/TABENGAN.COM Setelah 4 hari merendam beberapa kecamatan di Kabupaten Katingan, debit air yang berasal dari luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan mulai surut, Kamis (9/9). Namun, aktivitas jalur darat masih lumpuh karena ruas Jalan Trans Kalimantan dari km 1-16 tetap tak bisa dilewati.

Pantauan Tabengan di lapangan, kedalaman air di Jalan Tjilik Riwut km 1 hingga km 16 Kasongan-Kereng Pangi sebelumnya mencapai 1 meter lebih.  Pada Kamis siang, ketinggian air sudah turun puluhan centimeter. Tapi, jalan masih ditutup karena rata-rata air di atas setengah meter.

Masih tergenangnya ruas Jalan Trans Kalimantan tersebut mengakibatkan para pengguna jalan, baik kendaraan roda 2 maupun roda 4 antre tertahan. Banjir juga menyebabkan pusat pelayanan publik di kantor milik pemerintah daerah seperti kantor camat, lurah, organisasi maupun lainnya masih belum dapat melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, karena kondisi kantor tergenang air.

Sementara itu, aktivitas angkutan jasa getek dari km 1 Kasongan di Taman Religi Kasongan menuju km 15 Kereng Pangi maupun sebaliknya masih ramai. Sebab, ruas jalan tersebut belum bisa dilewati kecuali menggunakan jasa getek.

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo melalui Kasat Polairud IPTU Bimasa Zebua mengatakan, pihaknya terus melakukan situasi tanggap darurat dan melakukan pengamanan di DAS Katingan.

“Saat ini dikarenakan jalur darat Trans Kalimantan tidak bisa dilalui, maka alur DAS Katingan menjadi salah satu sarana transportasi aktivitas masyarakat. Saya mengimbau kepada pemilik getek agar mengutamakan keselamatan penumpang dengan mengangkut tidak melebihi kapasitas,” kata Bimasa.

Bimasa mengatakan, pihaknya terus memantau dan menyampaikan kepada pemilik getek setiap mengangkut penumpang agar tidak melebihi kapasitas, mengingat risiko yang cukup tinggi jika bermuatan lebih.

Kapolsek Katingan Hilir Iptu Eko Priyono mengatakan, getek ini merupakan sarana transportasi yang menghubungkan Kasongan-Kereng Pangi atau sebaliknya, karena jalan tidak dapat dilalui oleh motor dan mobil.

“Saya sudah meminta kepada pemilik getek sebelumnya agar tarif disepakati untuk membantu masyarakat yang berpergian ke Palangka Raya maupun Sampit. Dengan ringan hati dan disepakti untuk biaya satu sepeda motor Rp100 ribu dan Rp100 ribu untuk 1 orang,” kata Eko. c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *