Banjir Jadi Kolam Renang Bermain

  • Bagikan
Banjir yang meluap hingga ke badan jalan dijadikan warga sebagai kolam renang untuk bermain dan belajar berenang. SUSENO

KASONGAN/TABENGAN.COM- Banjir yang merendam sepanjang jalan di Kota Kasongan, Ibu Kota Kabupaten Katingan, dijadikan kolam renang dadakan oleh warga setempat untuk bermain.

Dari pantauan Tabengan, Kamis (9/9/2021), terlihat aktivitas anak-anak berenang di air yang banjir di sepanjang jalan. Bahkan, orang tua dan dewasa yang mengantar anak-anak pun ikut berenang dan bermain.

Padahal, air yang mengalir dan meluap di sepanjang jalan itu tampak kotor, namun hal ini tidak dipedulikan oleh mereka. Banjir malah dijadikan tempat bersenang-senang, bermain, kesempatan belajar berenang, dan sarana rekreasi.

Sebab, banjir seperti ini  sangat jarang terjadi. Bencana banjir yang menenggelamkan ruas Jalan Trans Kalimantan Kasongan-Kereng Pangi sudah puluhan tahun tidak pernah terjadi. Banjir besar baru kali ini terjadi di Kota Kasongan.

Yuni, salah seorang warga, menuturkan, rumah mereka di ruas jalan Kereng Humbang terletak di dataran yang tinggi, sehingga tidak terkena banjir. Makanya ia bersama anak-anaknya datang ke ruas Jalan Trans Kalimantan ini untuk mengajari anak-anaknya berenang dan bermain.

“Kita tahu saja airnya mungkin tidak bersih karena banyak rumput dan sampah rumah-rumah warga, namun banjir sampai ke jalan ini sangat jarang. Jadi kita ingin anak-anak bisa berenang nantinya, sehingga kita mengajari mereka di jalan ini karena aman dari bahaya tenggelam,” kata Yuni.

Menurut Yuni, tidak hanya ia bersama anak-anaknya saja yang memanfaatkan banjir untuk belajar berenang dan bermain, tetapi banyak warga juga yang datang dan hampir di setiap jalan terendam terlihat warga bersama anak-anak mereka mandi.

Lanjut Yuni, setelah mandi di ruas jalan yang banjir mereka pulang ke rumah mandi lagi dengan air bersih dan sabun, sehingga anak-anak tidak gatal karena sudah mandi bersih.

“Kita manfaatkan banjir kali ini, jangan dibuat susah, jangan bersedih karena ini musibah atau bencana dari Tuhan. Ada hikmah di balik semuanya. Saat ini anak-anak merasa senang bisa berenang dan bermain bersama teman-teman mereka,” ungkap Yuni. c-sus

Penulis: SusenoEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *