Banjir Bukit Rawi Meninggi

  • Bagikan
MASIH TERENDAM- Tampak kondisi terkini banjir di kawasan Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Rabu (8/9).TABENGAN/M YAKIN

PULANG PISAU/TABENGAN.COM– Banjir di Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun (Bukit Rawi), tepatnya di Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sengalang, Kecamatan Kahayan Tengah, terus meninggi. Hingga Rabu (8/9), debit air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Salahudin mengatakan, ketinggian air pada pukul 06.10 WIB telah mencapai 31 cm. Tidak menutup kemungkinan air akan naik lagi, karena informasi yang diterima pihaknya di daerah hulu masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Panjang jalan yang terendam mencapai lebih kurang 1 kilometer dengan 3  titik rawan kecelakaan.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau dan mengingatkan kepada pengguna jalan untuk berhati-hati, pada jalan yang terendam ada 3 titik rawan kecelakaan,” beber Salahudin.

Sampai sekarang petugas BPBD ikut membantu mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang bersama instansi terkait. Petugas juga membantu mobil yang terjebak di lubang akibat tergenang air banjir.

Untuk Kecamatan Kahayan Tengah, beber Salahudin, jumlah desa yang terdampak banjir yakni Desa Balukon sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) dengan 20 jiwa, Desa Penda Barania 41 KK dengan 156 jiwa, Desa Tanjung Sengalang 120 KK dengan 412 jiwa. Total 3 desa yang terdampak 168 KK dengan 588 jiwa.

Sementara di Kecamatan Banama Tingang, daerah yang terendam banjir sebanyak 9 desa, yakni Desa Pahawan 35 KK dengan 175 jiwa, Desa Ramang 191 KK dengan 955 jiwa, Desa Hanua 144 KK dengan 720 jiwa, Desa Hurung 57 KK dengan 285 jiwa, Desa Tambak 104 KK dengan 363 jiwa, Desa Lawang Uru 35 KK dengan 140 jiwa, Desa Bawan 30 KK dengan 150 jiwa, Desa Tangkahen 35 KK dengan 175 jiwa. Jumlah 9 desa yang terdampak 641 KK dengan 3.013 jiwa.

Salahudin mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati melewati jalan yang terendam banjir, karena banyak lubang di sisi kiri dan kanan badan yang membahayakan bagi masyarakat.

Personel yang bertugas dari Polres Pulpis, Kodim 1011/KLK, BPBD Pulpis, Dinsos Pulpis, Dinsos Provinsi, dan Relawan BPK Semangat Baru Kapuas.
Terpisah, Camat Kahayan Tengah Siswo mengatakan, kondisi air di Desa Penda Barania, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun terus mengalami peningkatan.

“Masih naik debit airnya, di titik terdalam hari ini lebih 1 meter dan cepat sekali naiknya,” ujar Siswo.

Siswo mengatakan, ketinggian air ini dimungkinkan akan terus meningkat, mengingat curah hujan masih terus mengguyur. Bahkan, di daerah hulu pun air masih cukup tinggi, dan dimungkinkan datangnya banjir kiriman.

“Saat ini sudah ada dapur umum, persiapan logistik untuk petugas jaga/pengamanan banjir dari Dinsos Provinsi 4 orang, Tagana Kabupaten 4 orang dan kecamatan 4 orang,” pungkasnya. c-mye

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *