Pemko Perpanjang PPKM Level 4 hingga 20 September

  • Bagikan
WALI KOTA PALANGKA RAYA FAIRID NAPARIN

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Usai Instruksi Mendagri Nomor 36 Tahun2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 4 khusus wilayah luar Pulau Jawa dan Bali, termasuk Kota Palangka Raya, yang seyogyanya berlaku mulai tanggal 24 Agustus, telah berakhir pada tanggal 6 September kemarin.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatalan jika PPKM Level 4 tersebut akan kembali diperpanjang. Hal itu dikatakannya sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 40 Tahun 2021 yang terbit tanggal 6 September 2021.

“Berdasarkan Instuksi Mendagri Nomor 40/2021 tentang PPKM Level 4 di luar Pulau Jawa dan Bali, Kota Palangka Raya akhirnya tetap melanjutkan PPKM Level 4 tersebut. Berlakunya sejak 7 September sampai 20 September mendatang,” kata Fairid, Selasa (7/9).

Fairid menjelaskan, aturan PPKM Level 4 akan menerapkan aturan yang hampir sama seperti kebijakan yang sebelumnya yakni Surat Edaran (SE) Wali Kota Palangka Raya Nomor : 368/03/SATGASCOVID-19/BPBD/VIII/2021. Akan tetapi, dalam aturan tersebut ada sedikit perubahan.

“Isinya tetap sama seperti surat edaran Wali Kota sebelumnya. Akan ada sedikit penyesuaian kembali seperti contoh jam olahraga sebelumnya hanya mengatur kapasitas, nah kedepan akan diatur jam batas maksimal. Akan tetapi yang lain kurang lebih tidak ada perubahan, seperti jam operasional sektor esensial seperti pasar, toko modern hingga cafe dan rumah makan. Sesuai ederan sebelumnya,” bebernya.

Di sisi lain terkait Pos Penyekatan pada pintu masuk Kota Palangka Raya saat ini, diungkapkan Fairid bahwa saat ini masih belum ditentukan dimana masih ada tahapan pembahasan serta evaluasi, apakah kembali diperlukan penyekatan atau tidak.

Selanjutnya tambah Fairid, untuk indikator penetapan Kota Palangka Raya menjalankan PPKM Level 4 , Tracing dan Testing di Kota Cantik yang saat ini masih kurang. Meskipun demikian, angka Rate of Transmission (RT) Covid-19 nyatanya mampu turun ke 0,7.

“Sebenarnya angka RT kita menurun ke 0,7, lalu Bed Occupancy Ratio (BOR) menurun, akan tetapi di Tracing dan Testing yang masih kurang dan harus diperkuat kembali. Kemaren saya melakukan rapat evaluasi beserta jajaran dan dalam minggu ini harus maksimal kembali untuk Testing dan Tracing. Mungkin tes acak Covid-19 di kerumunan massal akan diberlakukan kembali untuk diambil sampel,” tutup Fairid. rgb

Penulis: RTONNY GUNTUR Editor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *