Jalan Kasongan-Sampit Ditutup

  • Bagikan
TABENGAN/SUSENO CEK LANGSUNG- Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti W SIK dan Pemkab Katingan terpaksa harus menutup akses jalan Kasongan-Sampit berbahaya untuk dilewati karena terendam air  

KASONGAN/TABENGAN.COM Tingginya debit air dan derasnya arus banjir yang merendam ruas Jalan Kasongan-Kereng Pangi, Kabupaten Katingan menuju Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, memaksa petugas harus menutup jalur tersebut untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti W SIK saat berada di lokasi jalan yang terendam dengan turun langsung mengukur ketinggian air, akhirnya mengimbau pengendara agar jangan melintas di ruas jalan km 1 hingga km 16. Sebab, ketinggian air sudah di atas pinggang orang dewasa, bahkan di tempat yang paling dalam sudah mencapai 1 meter lebih.

“Saya langsung yang turun mengukur ketinggian air ini bersama anggota. Saat ini sudah mencapai 1 meter lebih, bahkan debit air ini terus merangkak naik. Untuk itu, saya mengimbau kepada pengendara atau pengguna jalan untuk sementara waktu mengurungkan niatnya berpergian karena jalur ini tidak bisa dilewati,” kata Sonny, Selasa (7/9).

Menurut Sonny, ruas jalan yang paling parah dari km 1 Kasongan hingga km 16 Kereng Pangi, bahkan ada jembatan gorong-gorong yang sebelumnya belum selesai pengerjaannya ambruk.

Sementara dari km 1 hingga km 6 Kasongan-Palangka Raya ada beberapa titik yang airnya di atas lutut orang dewasa. Untuk itu, bagi yang ingin berpergian sebaiknya ditunda dulu dan yang sudah di jalan sebaiknya putar balik menunggu situasi air surut. Imbauan agar pengendara putar balik sudah dipasang Polres Katingan sejak Senin (6/9).

Jauhari, salah satu sopir truk, kepada Tabengan menuturkan, dirinya berangkat dari Kota Sampait ingin menuju Banjarmasin membawa alat bangunan tidak dapat lewat karena ketinggian air cukup tinggi dan berarus deras, sehingga harus putar balik ke Sampit.

“Memang saya tahu ada banjir di Katingan ini dan biasanya apabila banjir selalu bisa dilewati oleh truk, namun kali ini banjir cukup parah karena ketinggian air cukup tinggi. Apabila dipaksakan maka dapat berakibat fatal. Sebaiknya putar balik. Paling tidak, besok siang sudah surut karena dari info sopir-sopir lainnya daerah Hiran dan Tumbang Samba air sudah surut,” kata Jauhari. c-sus/c-dar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *