Debit Air di Bukit Rawi Naik Lagi

  • Bagikan
BENCANA  - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pulang Pisau khususnya di Kecamatan Banama Tingang dan Kahayan Tengah (Bukit Rawi)ISTIMEWA

*Lamandau Banjir, 1.189 Jiwa  Terdampak

*Banama Tingang Kian Parah

PULANG PISAU/TABENGAN.COM – Debit air banjir di wilayah Kabupaten Pulang Pisau khususnya di Kecamatan Banama Tingang terus mengalami peningkatan, bahkan arus air kian deras.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulpis Salahudin, Selasa 7 September 2021 mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, di Desa Ramang, Kecamatan Banama Tingang ketinggian air sebelumnya mencapai 70 Cm, kini debit air naik menjadi 90 Cm.

“Betul, di Desa Ramang hari kemaren 70 Cm, dan hari Ini naik 90 Cm, ada Peningkatan,” beber Salahudin.

Jumlah rumah yang terendam di Desa Ramang sebanyak 10 unit, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 230, dan jumlah jiwa terdampak sebanyak 740 jiwa.

Sambung Salahudin, untuk jumlah fasilitas umum terdampak sebanyak Puskesmas, Sekolah Dasar (SD) dan TKL, ” Untuk jalan umum yang terdampak banjir dan tidak bisa dilalui sepanjang 3 Kilo Meter (km),” beber Salahudin.

“Debit air sekarang ini di Banama Tingang cenderung meningkat, informasi Poslap sekarang ini, bertambah sebanyak 9 desa terdampak termasuk tangkahen, Bawan dan lainnya, tetapi aktivitas sosial ekonomi masyarakat masih berjalan normal pak,” bebernya.

Terpisah Camat Kahayan Tengah (Bukit Rawi) mengatakan ketinggian air naik 6 cm.

“Lalin tetap lancar tetap hati-hati melintas, mobil kecil disarankan tidak melintas malam demikian halnya mobil/truk muatan berat Diprediksi ketinggian air semakin meningkat kiriman dari Gunung Mas,” katanya.

Banjir Lamandau

Banjir juga masih melanda Bencana banjir masih merendam sebagian besar wilayah Kabupaten Lamandau. Hingga Selasa (7/9) tercatat 5 kecamatan, yakni Kecamatan Bulik, Bulik Timur, Menthobi Raya, Belantikan Raya dan Sematu Jaya dilanda banjir.

Akibatnya, sekitar 1.189 warga dari 377 Kepala Keluarga (KK) juga terdampak banjir. Bahkan, 136  warga yang rumahnya terendam banjir parah terpaksa mengungsi, baik ke tenda yang telah disediakan Dinas Sosial ataupun membuat tenda mandiri.

Selain pemukiman warga, banjir juga merendam puluhan fasilitas umum seperti gedung sekolah, kantor desa hingga kantor pelayanan kesehatan masyarakat.c-kar/c-mye

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *