KASONGAN LUMPUH

  • Bagikan
TABENGAN/SUSENO/istimewa EVAKUASI- Warga yang sedang sakit saat dievakuasi menggunakan perahu menuju rumah warga lain yang lebih tinggi. Tampak Kapolres Katingan turun langsung ke TKP untuk memantau dan membantu masyarakat. Tampak sejumlah rumah tenggelam hampir sampai atap rumah. Tampak rumah sakit Katingan yang terendam air

*Jalan Trans Kalimantan Terendam 25 Km

*17 Ribu KK Terdampak Banjir

*2 Warga Tewas Tersengat Listrik

*Pasien RSUD Mas Amsyar Kasongan Dialihkan

*Listrik di Lokasi Banjir Dimatikan

KASONGAN/TABENGAN.COM- Meluapnya air di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan mengakibatkan Kota Kasongan, Ibu Kota Kabupaten Katingan, lumpuh total, Selasa (7/9). Bencana banjir tahun 2021 ini merupakan terbesar yang pernah terjadi.

Aktivitas masyarakat hampir semua kecamatan di Katingan terganggu. Banjir tidak hanya merendam rumah-rumah penduduk dan bangunan fasilitas pemerintah daerah, tapi juga menggenangi jalan-jalan penghubung dalam kota dan kecamatan.

Bahkan parahnya, ruas Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di jalur Kasongan-Kereng Pangi menuju Sampit, Kotawaringin Timur, terendam banjir hampir sepanjang 25 kilometer. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa hingga pinggang atau setengah meter lebih sejak, Senin (6/9).

Warga yang nekat melintas akhirnya banyak kendaraan roda 2 maupun roda 4 mogok di tengah jalan dan harus didorong. Anggota Polres, TNI, Pol PP, BPBD maupun organisasi kemasyarakatan tampak membantu dan mengatur lalu lintas pengguna jalan agar saat melintas tidak terbawa arus banjir yang sangat deras.

Rumah-rumah warga yang bermukim di wilayah bantaran sungai dan kawasan dataran rendah lainnya, ketinggian air hampir mencapai atap, sehingga harus mengungsi ke dataran yang lebih tinggi atau tenda pengungsi yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Katingan.

Tidak hanya itu. Kasongan sebagai Ibu Kota Kabupaten Katingan, terutama di wilayah yang terkena banjir juga mengalami kegelapan. Pasalnya, jaringan listrik PLN mati sejak siang, kemarin. Kemungkinan sampai malam hari. Pantauan Selasa malam ada beberapa titik yang dimatikan PLN karena tergenang air.

Rumah Wabup Terendam

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SIK mengatakan, sepanjang ruas Jalan Trans Kalimantan dari Kota Kasongan menuju Kereng Pangi terendam banjir. Bahkan, pada malam hari pengendara yang ingin melintas diberhentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena saat melintas penuh dengan risiko.

Wakil Bupati Katingan Sunardi NT Litang, Selasa (7/9), mengatakan, banjir pada Agustus hingga September 2021 ini sudah tidak kurang dari 3 kali banjir, namun kali ini pada Senin-Selasa merupakan banjir terparah dan terbesar melanda wilayah Kabupaten Katingan.

“Bencana banjir pada September 2021 ini merupakan terbesar yang menerjang wilayah Kabupaten Katingan. Akibat luapan air Sungai Katingan, hingga di usia saya yang ke 48 tahun sekarang ini, baru kali ini lantai rumah pribadi saya air masuk karena banjir,” kata Sunardi.

17 Ribu KK Terdampak

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Katingan tahun ini sangat parah. Sedikitnya 17 ribu Kepala Keluarga (KK) di 5 kecamatan terdampak banjir.

Bupati Katingan Sakariyas terus melakukan pemantauan dengan turun langsung meninjau lokasi-lokasi banjir serta mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah untuk dapat tinggal di pengungsian.

“Katingan ada 13 kecamatan. Ada 5 kecamatan yang saat ini terdampak bencana banjir, bahkan ada 17 ribu KK yang terdampak banjir dan dalam satu keluarga pasti minimal ada 4 orang, sehingga kondisi banjir saat ini sangat urgen,” kata Bupati Katingan Sakariyas, Selasa (7/9).

Menurut Sakariyas, kecamatan yang terendam cukup parah yakni Kecamatan Pulau Malan, Tewang Sanggalang Garing, Katingan Hilir, Tasik Payawan dan Kamipang. Bahkan di Kecamatan Katingan Hilir dan Tasik Payawan seperti di Desa Liting, Luwuk Kiri, Luwuk Kanan, Tewang Kadamba ketinggian air ada yang mencapai atap rumah warga.

2 Warga Tewas Tersengat Listrik

Dua warga yang tewas terkena korsleting listrik yakni warga di Kasongan, Kecamatan Katingan Hilir, dan warga di Desa Samba Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah.

Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti SIK membenarkan bahwa di Kasongan Kecamatan Katingan Hilir ada warga yang meninggal karena korsleting tersengat arus listrik.

“Korban Agus Susanto (40) warga Kasongan meninggal dunia pada Senin (6/9) sekitar pukul 19.00 WIB saat korban berada di rumah mertuanya. Saat itu korban masuk ke dalam kamar untuk mengecek kabel WiFi karena kondisi rumah tergenang banjir. Tiba-tiba listrik padam dan Ipar korban yang saat itu juga berada di dalam rumah melihat ke dalam kamar melihat korban dalam posisi telentang memegang sebuah kabel,” kata AKBP Sonny, Selasa (7/9).

Menurut AKBP Sonny, korban ditemukan dalam posisi telentang di air dengan senter di kepala menyala dan tangan menggenggam kabel WiFi dan meninggal dunia.

Sementara itu, korsleting listrik juga terjadi di Desa Samba Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah. Korban Ninayanti (27) ibu rumah tanggal meninggal dunia di TKP.

Ketua BPD Desa Samba Bakumpai mengatakan, pada Selasa (7/9), korban meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB, terkena sengatan arus listrik.

“Saat itu wilayah Kecamatan Katingan Tengah terjadi pemadaman listrik selama tiga hari karena banjir namun saat air mulai surut listrik PLN menyala, sehingga korban saat itu ingin mematikan genset dirumahnya yang ditaruh di atas karena masih banjir, saat mencabut kabel listrik genset tersebut terjadi korslet korban terjatuh dan mengapung di atas air.

Pasien RSUD Mas Amsyar Dialihkan

Ketinggian air di RSUD Mas Amsyar Kasongan mencapai lutut orang dewasa, sehingga pelayan rumah sakit dialihkan ke Hotel Katingan, karena Hotel Katingan keberadaannya cukup tinggi.

Bupati Katingan Sakariyas saat meninjau kondisi banjir di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, langsung menuju RSUD Mas Amsyar Kasongan. Bupati kaget melihat lantai ruang IGD dan sejumlah ruang rawat inap kebanjiran.

“Saya merasa prihatin dengan kondisi RSUD Mas Amsyar Kasongan yang kebanjiran ini karena selama ini rumah sakit tersebut tidak pernah kebanjiran, kecuali di halaman,” Kata Bupati Selasa (7/9).

Bupati juga mengingatkan agar diperhatikan masalah listrik,  jangan sampai ada jek atau kabel di RSUD Mas Amsyar yang terendam dan ini harus diperhatikan.

“Rata-rata banjir yang menggenangi RSUD Mas Amsyar ini ketinggiannya mencapai setengah lutut orang dewasa terutama di ruang IGD.

Sedangkan di halaman rumah sakit ketinggian banjir lebih selutut orang dewasa. Sekarang jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit ini sebanyak 9 orang,  tiga pasien sudah dievakuasi di Hotel Katingan,” kata dr Agnes kepada Bupati Katingan Sakariyas.

Menurutnya Agnes banjir di RSUD ini berlangsung sejak Senin (6/8) malam.  Hingga Selasa (7/9) siang ketinggian banjir terus bertambah sehingga saat ini pihaknya sementara tidak melayani pasien rujukan dari Puskesmas.

Lanjut Agnes, jika ada pasien rujukan dari puskesmas disarankan langsung ke RSUD Doris Sylvanus Palangaka Raya dan terkait rujukan pihaknya sudah berkoordinasi sengan BPJS. Sedangkan bagi warga yang ingin berobat ke RSUD Mas Amsyar Kasongan untuk sementara pelayanan dialihkan di Hotel Katingan. c-sus/c-dar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *