Penyakit Berbahaya Intai Korban Banjir 

  • Bagikan
Dokter Tagor Sibarani

*Waspada Diare, Kolera, DBD, Malaria dan Gigitan Hewan Berbisa

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Sejumlah tempat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang dilanda banjir. Masyarakat diimbau waspada karena saat terjadi banjir ataupun pasca-banjir, beberapa penyakit mengintai kesehatan dan mengancam keselamatan jiwa.

Dokter Tagor Sibarani menyampaikan, penyakit paling sering dan wajib diwaspadai usai terjadinya banjir adalah diare dan kolera. Kedua penyakit ini disebabkan terjadinya pencemaran air kemudian dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, Demam Berdarah Dengue (DBD) karena genangan air mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus Dengue.

“Malaria juga, terutama pada daerah yang masih belum eliminasi malaria. Kemudian Thypoid terjadi akibat penyebaran dan pencemaran air. Yang paling sering bahaya itu penyakit kulit karena kontak dengan air kotor,” kata Tagor, Senin (7/9).

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalteng ini menambahkan, penyakit lain yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat leptospirosis disebabkan air tercemar dengan tinja maupun urine dari hewan yang terinfeksi, misalnya tikus.

Selain penyakit di atas, ada hal yang juga perlu diwaspadai, yaitu gigitan binatang beracun atau berbisa seperti ular, kalajengking dan lipan.

Untuk itu, Tagor mengimbau mengonsumsi air yang benar-benar bersih dan dimasak dengan matang. Saat mau makan, wajib mencuci tangan dengan air bersih yang tersedia. Pilihlah makanan yang baru dimasak dengan matang atau makanan jadi yang  disediakan tertutup dari hinggapan binatang.

Kemudian setiap habis kontak dengan air banjir, segera cuci dengan air bersih dan sabun. Tinggikan posisi tempat tidur dan pasang kelambu, pasang anti nyamuk bila memungkinkan atau semprot dengan anti nyamuk setiap saat mau tidur untuk menghindari gigitan nyamuk. Upayakan menutup lubang atau area yang memungkinkan tempat masuk binatang liar seperti ular dan tikus. yml

Penulis: LIUEditor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *