16 Desa di Mura Terendam Banjir

  • Bagikan
banjir Murung Raya

PURUK CAHU/TABENGAN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Kabupaten Murung Raya mencatat terdapat 16 desa telah terendam banjir. Setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama sepekan terakhir, pada Minggu (5/9) malam, Sungai Barito yang menjadi induk dari sungai-sungai kecil di wilayah setempat tidak lagi mampu menampung debit air yang kian meninggi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Murung Raya Kariadi mengungkapkan, terdapat 16 desa dan kelurahan di 5 kecamatan terdata sudah terendam banjir. Ketinggian air yang merendam pemukiman warga mencapai 1 meter.

“Kondisi banjir di beberapa wilayah tersebut ketinggiannya kurang lebih 1 meter dan saat ini terus mengalami kenaikan,” ujar Kariadi, Sabtu (4/9).

Kariadi menyebut, wilayah yang terdampak banjir diantaranya Kecamatan Laung Tuhup meliputi Kelurahan Batu Bua I, Desa Batu Bua II, Kelurahan Muara Tuhup dan Kelurahan Muara Laung I. Kecamatan Seribu Riam hanya Desa Muara Joloi II yang terendam banjir.

Sedangkan di Kecamatan Permata Intan banjir menggenangi Kelurahan Tumbang Lahung dan Kelurahan Muara Bakanon. Selanjutnya Kecamatan Sumber Barito yang terendam banjir terdapat di Kelurahan Tumbang Kunyi, Desa Tumbang Masao, Desa Muara Babuat dan Desa Tumbang Tuan.

“Pantauan terakhir kami tadi pada alat pengukur ketinggian air sungai sudah pada level 7,40 meter dengan statusnya akan terus mengalami kenaikan. Terakhir di Kecamatan Murung, meliputi Desa Muara Sumpoi, Desa Juking Pajang, Desa Danau Usung, Desa Mangkahui dan Kelurahan Puruk Cahu Seberang,” kata Kariadi.

Meluapnya Sungai Barito serta beberapa anak sungainya juga menyebabkan jalan, jembatan serta beberapa rumah warga di sejumlah  desa atau kelurahan tersebut terendam air.

“Yang terendam itu merupakan wilayah yang berada di titik daratan rendah sehingga cepat mengalami banjir. Untuk saat ini kami terus melakukan pamantauan terhadap desa atau kelurahan yang berpotensi banjir. Kami juga mengimbau agar warga selalu waspada dan berhati-hati,” tutur Kariadi. joko santoso

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *